Merahputih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyebut masyarakat Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), ramah dan baik hati sehingga menyelamatkan bangsa.
Warga Natuna juga diapresiasi lantaran mau menerima keberadaan ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan karena virus corona.
Baca Juga:
Warga Tiongkok Terpapar Virus Corona Sepulang dari Bali, Pemerintah Lakukan Penyelidikan
“Hari ini kita memberi apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang telah bekerja keras, telah saling membantu, saling bekerja sama, baik dari pusat maupun daerah, dan dibantu TNI/Polri,” ucap Doni dalam keterangannya, Minggu (16/2).
Doni juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran media massa yang telah berperan luar biasa dalam memberikan informasi yang seimbang kepada publik. Media ikut menjelaskan bahwa pilihan terbaik untuk observasi di Indonesia adalah di Natuna.
“Sehingga, kesalahpahaman tentang bagaimana proses pemulangan warga negara kita dari Hubei dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Natuna,”kata Doni.
Korban meninggal dari epidemi virus Corona Tiongkok telah melebihi angka 1.600 pada Minggu (16/2). Jumlah itu menyusul laporan korban meninggal terbaru dari Provinsi Hubei, pusat epidemi, yang mencapai 139 jiwa.
Dalam update harian, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei juga melaporkan 1.843 kasus infeksi terbaru. Ini adalah untuk ketiga kalinya berturut-turut angka infeksi terbaru menunjukkan grafik penurunan.
Setidaknya 1.662 orang telah meninggal dari wabah yang pertama kali muncul di Ibu Kota Hubei, Wuhan, pada bulan Desember dan dengan cepat berubah menjadi epidemi nasional. Lebih dari 68.000 orang sekarang telah terinfeksi, dengan sebagian besar kematian terjadi di Hubei.
Baca Juga:
Provinsi ini menambahkan lebih dari 14.000 kasus baru dalam satu hari minggu ini setelah pejabat kesehatan mengubah kriteria mereka yang terifeksi untuk menghitung kasus dengan memasukkan orang yang secara klinis didiagnosis melalui pencitraan paru, di samping mereka dengan hasil tes laboratorium menunjukkan hasil positif.
Revisi ini menambahkan hampir 15.000 pasien untuk penghitungan Hubei pada hari Kamis, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus akan kembali minggu itu dihitung surut. (Knu)