Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Warga AS Ramai Mau Pindah ke Luar Negeri, Eropa Jadi Tujuan Favorit

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 26 Mei 2025
Warga AS Ramai Mau Pindah ke Luar Negeri, Eropa Jadi Tujuan Favorit

Warga AS ramai mau pindah ke luar negeri. Foto: Unsplash/David Todd McCarty

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Spanyol dan Meksiko menjadi dua negara impian bagi warga Amerika Serikat (AS), yang mencari kehidupan di luar negeri. Namun, sebuah studi baru mengungkapkan, bahwa Portugal kini telah mengambil alih posisi teratas.

Menurut survei yang dilakukan oleh Expatsi, yakni perusahaan yang berfokus pada layanan untuk ekspatriat, Portugal telah menjadi tujuan favorit warga AS yang ingin pindah sejak 2024. Survei itu dilakukan terhadap lebih dari 116.000 warga AS yang berminat meninggalkan negaranya.

Portugal Jadi Destinasi Favorit Warga AS yang Ingin Pindah

Warga AS ingin pindah ke Portugal
Warga AS ingin pindah ke Portugal. Foto: Unsplash/Nick Karvounis

Menurut laporan Expatsi, yang dikutip dari CNBC Make It, Portugal berada di peringkat pertama di antara negara-negara yang paling diinginkan oleh warga AS.

Negara-negara yang masuk dalam 10 besar adalah Spanyol, Inggris, Kanada, Italia, Irlandia, Prancis, Meksiko, Selandia Baru, dan Kosta Rika.

Sementara di luar preferensi pribadi, Portugal tidak hanya muncul sebagai pilihan teratas di antara responden, tetapi juga merupakan destinasi yang paling sering direkomendasikan oleh algoritma Expatsi.

Baca juga:

Trump Ingin Amerika Serikat Kendalikan Gaza, Sebut Sebagai Zona Kebebasan

Selain itu, alat ini juga menggunakan penilaian terhadap 20 pertanyaan yang mencakup gaya hidup, situasi keuangan, tujuan karier, pendidikan, serta pandangan politik.

Berdasarkan profil pengguna, ada lima destinasi yang paling direkomendasikan, yakni Portugal, Prancis, Spanyol, Yunani, dan Swiss.

Mengapa Warga AS Ingin Pindah ke Luar Negeri?

Alasan warga AS ingin pindah ke luar negeri
Alasan warga AS ingin pindah ke luar negeri. Foto: Unsplash/ben o'bro

Survei Expatsi juga menyoroti alasan yang mendorong minat terhadap emigrasi warga AS. Meskipun beberapa responden menyatakan keinginannya untuk bertualang atau pertumbuhan pribadi, tetapi banyak alasan yang berakar pada masalah politik dan sosial.

Berikut ini adalah beberapa temuan utamanya:

- 56% percaya AS terlalu konservatif

- 53% merasa AS sangat terpecah belah

- 50% mencari kebebasan pribadi yang berbeda atau lebih besar.

- 41% berharap untuk menghemat uang dengan tinggal di luar negeri

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Sebut Konflik India-Pakistan Memalukan, Minta Kedua Pihak Akhiri Ketegangan

Lalu, banyak juga yang menyatakan keinginannya untuk melarikan diri dari rasa takut akan kekerasan senjata. Lanskap politik juga memainkan peran penting.

Setelah Pilpres AS 2024 dan terpilihnya kembali Donald Trump, pencarian Google mengenai cara pindah ke negara lain makin melonjak.

Kemudian, lalu lintas web Expatsi naik dari 8.000 pengunjung pada Oktober 2024 menjadi hampir 51.000 pada November 2024.

Persentase Warga AS yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

Warga AS berharap bisa pindah ke luar negeri pada 2026
Warga AS berharap bisa pindah ke luar negeri pada 2026. Foto: Unsplash/Jan Folwarczny

Menurut Expatsi, dua per tiga dari individu berharap bisa meninggalkan AS pada 2026, kemudian 12% berencana untuk pindah dalam enam bulan ke depan. Jenis emigrasinya juga sangat bervariasi, seperti:

- 30% ingin pensiun di luar negeri

- 18% sedang mengejar visa nomaden digital

- 17% bermaksud untuk beremigrasi melalui visa pekerja terampil

Baca juga:

Donald Trump Mempercepat Keruntuhan Hegemoni AS, Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Baru Tapi ...

CNBC Make It melaporkan, bahwa Expatsi telah mengalami pertumbuhan pendapatan yang mengejutkan sebesar 19.632% dari tahun ke tahun.

Pada 2024, perusahaan tersebut membantu lebih dari 200 klien melakukan perjalanan penjajakan untuk merencanakan relokasi permanen mereka. Dari jumlah tersebut, 5% telah menyelesaikan kepindahan dan 25% lainnya sedang dalam proses. (sof)

#Amerika Serikat #Pindah Negara #Donald Trump #Warga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dewan Perdamaian menyatakan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci untuk melaksanakan tahapan berikutnya dari gencatan senjata di Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Indonesia
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Amerika Serikat akan memberlakukan tarif baru hingga 12,5% terhadap barang dari 60 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Dunia
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
iga tanker minyak pro-AS nekat melintasi Selat Hormuz. Satu meledak terkena ranjau Iran, dua lainnya mundur. Iran peringatkan kapal jangan terjebak janji keamanan Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
Olahraga
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Penampilan pemain berusia 26 tahun mengenakan topi bertuliskan empat kata tersebut memicu dua penafsiran berbeda
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Dunia
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Presiden Donald Trump telah menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Iran akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Bagikan