Wapres Jusuf Kalla Buka Puasa Bersama Partai Nasdem

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 28 Mei 2017
Wapres Jusuf Kalla Buka Puasa Bersama Partai Nasdem

Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja serta Ketua DPR Setya Novanto menghadiri acara buka puasa bersama dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dan keluarga besar partai itu.

Sebagaimana dilansir Antara, Wapres Jusuf Kalla datang ke kantor DPP Partai NasDem, Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Minggu (28/5) sore sekitar pukul 17.10 WIB. Kedatangan Wapres Jusuf Kalla disambut dengan salawat Nabi Muhammad SAW dan diterima oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Selain Wapres Jusuf Kalla, tampak hadir Ketua DPD yang sekaligus Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Dalam kesempatan Surya Paloh bersama Wapres Jusuf Kalla meluncurkan aplikasi Al Qur'an Digital Persembahan Partai NasDem. Surya Paloh mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas waktu untuk dapat menghadiri acara buka puasa bersama dengan keluarga besar NasDem.

Pada Ramadhan kali ini, kata Surya, NasDem meluncurkan aplikasi Al Qur'an Digital untuk umat Islam di negeri ini.

"Tentu ini sesuatu prakarsa anak muda NasDem. Semoga dengan adanya aplikasi ini, kita dapat memperkuat syiar agama Islam baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Ini ada 11 bahasa internasional dan 11 bahasa daerah," kata Surya Paloh.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh memgingatkan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah sesama umat Islam. Wapres Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada Partai NasDem atas peluncuran aplikasi Al Qur'an Digital itu karena dengan kemajuan teknologi informasi semuanya berubah.

"Semua bisa disimpan di dalam kantong, mulai membaca Al Qur'an hingga berbelanja," katanya.

Jusuf Kalla pun memberikan apresiasi karena aplikasi ini memberikan keunggulan dengan berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah.

"Sudah banyak aplikasi soal Al Qur'an, tetapi yang berbahasa daerah belum ada," kata Wapres Jusuf Kalla.

Sumber: ANTARA

#Wapres Jusuf Kalla #Buka Puasa Bersama #Partai Nasdem #Surya Paloh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan