Walmart Terjepit di Tengah Perang Dagang AS–China, Minta Diskon agar Tidak Kena Beban Tarif

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 13 Maret 2025
Walmart Terjepit di Tengah Perang Dagang AS–China, Minta Diskon agar Tidak Kena Beban Tarif

Walmart ingin maksimalkan penggunaan hub teknologi yang lebih sedikit. (Foto: Walmart)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Walmart terseret ke dalam ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Pemerintah China mengonfirmasi bahwa mereka telah bertemu dengan perwakilan ritel raksasa asal AS tersebut, menyusul laporan bahwa Walmart meminta potongan harga dari pemasok China untuk mengatasi lonjakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Dilansir CNN, Kamis (13/3), juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung dari Walmart, yang kemudian memberikan penjelasan. Namun, detail pertemuannya tidak diungkapkan.

Trump baru saja menggandakan tarif atas seluruh impor dari China menjadi 20%. Sebagai respons, China menetapkan tarif balasan terhadap produk pertanian asal AS, yang mulai berlaku Senin lalu.

Baca juga:

Walmart akan Hentikan Penggunaan Kantong Plastik

Banyak bisnis kini kelimpungan menghadapi lonjakan tarif yang tak terduga. Sejumlah peritel, termasuk Walmart, menyatakan terpaksa menaikkan harga produk, sementara konsumen sudah terbebani oleh inflasi.

Bloomberg melaporkan bahwa Walmart meminta diskon hingga 10% dari beberapa vendor China demi mengurangi beban tarif dari pemerintah AS.

Pada Rabu, akun resmi media pemerintah CCTV, Yuyuantantian, mengonfirmasi bahwa otoritas China telah memanggil Walmart untuk pertemuan pada Selasa.

Dalam pernyataannya, CCTV menyebut permintaan Walmart agar pemasok China menanggung sepenuhnya beban tarif dari AS sebagai hal yang "tidak masuk akal" dan dianggap mengganggu persaingan adil serta tatanan perdagangan internasional. (ikh)

#China #Donald Trump #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 29 menit lalu
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Indonesia
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Implementasi protokol karantina ekspor durian beku yang disepakati secara resmi antara otoritas Indonesia dan China melalui konsultasi teknis dan kerja sama bilateral.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Bagikan