Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 11 April 2026
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM

Wapres Ke 10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, bicara soal Soeharto jadi pahlawan nasional. Foto: MerahPutih.com/Didik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perdebatan soal kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mengemuka setelah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengusulkan kenaikan harga BBM demi menjaga kesehatan fiskal negara.

Namun, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wijanto, berbeda pandangan dengan JK, bahkan mementahkan usulan sosok yang pernah dua kali menjadi Wakil Presiden (Wapres RI itu.

Wihadi menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih cukup kuat untuk menopang stabilitas ekonomi nasional, termasuk dalam menghadapi tekanan global akibat kenaikan harga energi.

“Fundamental ekonomi kita tetap terjaga, dengan inflasi yang terkendali di level 3,48 persen pada Maret 2026, serta pertumbuhan ekonomi yang masih solid,” kata Wihadi dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Baca juga:

Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar

Subsidi Energi Masih Aman

Secara fiskal, Wihadi menyebut kondisi APBN tetap berada dalam koridor aman. Hingga Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year on year).

Dengan capaian itu, lanjut dia, pemerintah memiliki ruang fiskal untuk melakukan penyesuaian, termasuk melalui refocusing anggaran guna menambah subsidi energi tanpa harus melampaui batas defisit 3 persen.

“Kondisi APBN kita sehat. Ini memberikan fleksibilitas bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas tanpa membebani masyarakat,” tuturnya.

Kritik Balik ke JK

Sebaliknya, Wihadi menekankan kenaikan harga energi berpotensi memicu efek berantai terhadap ekonomi, mulai dari inflasi, penurunan daya beli, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Wihadi balik mempertanyakan dorongan dari JK terkait usulan kenaikan harga BBM. Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan justru dapat memperberat beban pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah situasi global yang tidak menentu.

Baca juga:

Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan

“Pernyataan Pak JK untuk mendorong kenaikan harga BBM justru dapat membawa pemerintah ke situasi yang lebih berat,” tegasnya.

Pimpinan Banggar DPR itu menilai kebijakan pemerintah Prabowo Subianto saat ini yang memilih menahan kenaikan harga BBM merupakan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi rakyat,” tandas politikus dari Gerindra itu. (Pon)

#Jusuf Kalla #Gerindra #Harga Minyak Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Langkah tersebut akan memungkinkan harga bahan bakar di stasiun pengisian turun sebesar 12-18 sen euro per liter.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Dunia
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Dilakukan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Indonesia
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Harga minyak dunia meroket tembus US$ 107 per barel akibat konflik AS-Iran. Pemerintah pastikan Pertalite tidak naik, namun BBM nonsubsidi bakal disesuaikan!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Bagikan