BEBERAPA minggu yang lalu, pasangan selebritis, Rizky Billar dan Lesti Kejora, dikaruniai anak pertamanya yang diberi nama Muhammad Leslar Al-Fatih Billar. Menurut pengakuan pasangan itu, bahwa anaknya lahir prematur.
Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane yang dikutip laman alodokter menjelaskan bahwa kehamilan setiap perempuan memang berbeda-beda. Dalam beberapa kondisi, ibu hamil bisa memiliki kemungkinan melahirkan sebelum waktunya atau yang biasa disebut dengan kelahiran prematur.
Baca Juga:
Mirip Gejala COVID-19, Kenali Gangguan Parosmia dan Penyebabnya
Normalnya, persalinan biasanya terjadi pada usia kehamilan 40 minggu. Namun kalau kelahiran prematur terjadi sebelum memasuki minggu ke-37 atau bahkan lebih awal dari hari perkiraan lahir. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika leher rahim (serviks) terbuka karena kontraksi rahim, sehingga janin masuk ke jalan lahir.
Pada dasarnya pekan terakhir kehamilan adalah waktu yang penting untuk pembentukan tahap akhir berbagai organ vital, misalnya otak dan paru-paru. Oleh karena itu, bayi yang lahir prematur memiliki risiko kondisi organ tubuhnya tidak dalam kondisi sempurna dan membutuhkan perawatan intensif.
Penyebab dari kelahiran prematur memang masih sering tidak dipahami dengan baik. Tetapi tanda-tanda kelahiran prematur tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan tanda-tanda melahirkan pada umumnya. Berikut adalah beberapa tanda bahwa ibu hamil sedang mempersiapkan kelahiran prematur.
Keluar flek
Menurut dr. Kevin Adrian yang dikutip laman alodokter, keluarnya flek yang berwarna cokelat saat hamil merupakan suatu hal yang masih umum dan juga masih sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Namun, ibu hamil harus tetap berhati-hati dan jangan terlalu menganggapnya hal yang sepele. Apalagi jika flek tersebut keluar secara terus-menerus dan bertahan lama atau bahkan disertai dengan gejala lain seperti kram perut.
Keluar darah
Menurut dr. Sienny Agustin yang dikutip laman alodokter, menjelaskan bahwa ibu hamil sering merasa cemas atau panik saat sedang mengalami pendarahan ketika hamil. Pendarahan pada vagina selama kehamilan tidak selalu merupakan tanda adanya masalah. Namun, masih ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan, terutama jika memiliki gejala lain seperti nyeri perut.
Pendarahan selama kehamilan adalah kondisi yang masih cukup umum di awal kehamilan. Sekitar 20 persen ibu hamil mengalami pendarahan selama kehamilan, terutama selama 12 minggu pertama kehamilan. Kondisi tersebut tidak serta merta menandakan adanya masalah serius selama kehamilan, namun tetap harus dipantau.
Baca Juga:
Tips untuk Bantu Jaga Kesehatan Mental dari Rumah selama Pandemi
Adanya kontraksi
Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane yang dikutip laman alodokter, menjelaskan bahwa kontraksi saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu, bisa jadi merupakan tanda bahwa seorang ibu hamil akan melahirkan secara prematur. Kontraksi tersebut berupa rasa tarikan pada perut dan disertai rasa nyeri. Hal tersebut bisa terjadi hingga lima kali atau lebih dalam satu jam.
Kram perut
Menurut dr. Sienny Agustin yang dikutip laman alodokter, bahwa sakit perut pada bagian bawah sering ditandai dengan kram dan nyeri seperti ditusuk oleh jarum. Keluhan tersebut dapat disebabkan dari masalah kecil seperti menstruasi hingga kondisi yang lebih serius seperti batu ginjal dan kanker. Rasa sakit ini disebut sebagai nyeri panggul dan lebih sering terjadi pada perempuan, namun tak dipungkiri laki-laki juga bisa merasakannya. Meski terlihat biasa dan ringan, nyeri panggul bukanlah kondisi yang bisa diabaikan apalagi memiliki gejala tertentu. (frs)
Baca Juga: