Wajib Tahu! Tanda-Tanda Melahirkan Prematur

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 09 Februari 2022
Wajib Tahu! Tanda-Tanda Melahirkan Prematur

Sebaiknya bila ada tanda-tanda kelahiran segera hubungi tenaga medis. (Foto: Pexels/Leah Kelley)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA minggu yang lalu, pasangan selebritis, Rizky Billar dan Lesti Kejora, dikaruniai anak pertamanya yang diberi nama Muhammad Leslar Al-Fatih Billar. Menurut pengakuan pasangan itu, bahwa anaknya lahir prematur.

Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane yang dikutip laman alodokter menjelaskan bahwa kehamilan setiap perempuan memang berbeda-beda. Dalam beberapa kondisi, ibu hamil bisa memiliki kemungkinan melahirkan sebelum waktunya atau yang biasa disebut dengan kelahiran prematur.

Baca Juga:

Mirip Gejala COVID-19, Kenali Gangguan Parosmia dan Penyebabnya

hamil
Normalnya, persalinan biasanya terjadi pada usia kehamilan 40 minggu. (Foto: Pexels/Garon Piceli)

Normalnya, persalinan biasanya terjadi pada usia kehamilan 40 minggu. Namun kalau kelahiran prematur terjadi sebelum memasuki minggu ke-37 atau bahkan lebih awal dari hari perkiraan lahir. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika leher rahim (serviks) terbuka karena kontraksi rahim, sehingga janin masuk ke jalan lahir.

Pada dasarnya pekan terakhir kehamilan adalah waktu yang penting untuk pembentukan tahap akhir berbagai organ vital, misalnya otak dan paru-paru. Oleh karena itu, bayi yang lahir prematur memiliki risiko kondisi organ tubuhnya tidak dalam kondisi sempurna dan membutuhkan perawatan intensif.

Penyebab dari kelahiran prematur memang masih sering tidak dipahami dengan baik. Tetapi tanda-tanda kelahiran prematur tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan tanda-tanda melahirkan pada umumnya. Berikut adalah beberapa tanda bahwa ibu hamil sedang mempersiapkan kelahiran prematur.

Keluar flek

bumil
Keluarnya flek yang berwarna cokelat saat hamil merupakan suatu hal yang masih umum. (Foto: Pixabay/Elf-Moondance)

Menurut dr. Kevin Adrian yang dikutip laman alodokter, keluarnya flek yang berwarna cokelat saat hamil merupakan suatu hal yang masih umum dan juga masih sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Namun, ibu hamil harus tetap berhati-hati dan jangan terlalu menganggapnya hal yang sepele. Apalagi jika flek tersebut keluar secara terus-menerus dan bertahan lama atau bahkan disertai dengan gejala lain seperti kram perut.

Keluar darah

bumil
Pendarahan pada vagina selama kehamilan tidak selalu merupakan tanda adanya masalah. (Foto: Pexels/Amina Filkins)

Menurut dr. Sienny Agustin yang dikutip laman alodokter, menjelaskan bahwa ibu hamil sering merasa cemas atau panik saat sedang mengalami pendarahan ketika hamil. Pendarahan pada vagina selama kehamilan tidak selalu merupakan tanda adanya masalah. Namun, masih ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan, terutama jika memiliki gejala lain seperti nyeri perut.

Pendarahan selama kehamilan adalah kondisi yang masih cukup umum di awal kehamilan. Sekitar 20 persen ibu hamil mengalami pendarahan selama kehamilan, terutama selama 12 minggu pertama kehamilan. Kondisi tersebut tidak serta merta menandakan adanya masalah serius selama kehamilan, namun tetap harus dipantau.

Baca Juga:

Tips untuk Bantu Jaga Kesehatan Mental dari Rumah selama Pandemi

Adanya kontraksi

bumil
Kontraksi tersebut berupa rasa tarikan pada perut dan disertai rasa nyeri. (Foto: Pixabay/Greyerbaby)

Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane yang dikutip laman alodokter, menjelaskan bahwa kontraksi saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu, bisa jadi merupakan tanda bahwa seorang ibu hamil akan melahirkan secara prematur. Kontraksi tersebut berupa rasa tarikan pada perut dan disertai rasa nyeri. Hal tersebut bisa terjadi hingga lima kali atau lebih dalam satu jam.

Kram perut

bumil
Sakit perut pada bagian bawah sering ditandai dengan kram dan nyeri seperti ditusuk oleh jarum. (Foto: Pixabay/dw-lifestylefotografie)

Menurut dr. Sienny Agustin yang dikutip laman alodokter, bahwa sakit perut pada bagian bawah sering ditandai dengan kram dan nyeri seperti ditusuk oleh jarum. Keluhan tersebut dapat disebabkan dari masalah kecil seperti menstruasi hingga kondisi yang lebih serius seperti batu ginjal dan kanker. Rasa sakit ini disebut sebagai nyeri panggul dan lebih sering terjadi pada perempuan, namun tak dipungkiri laki-laki juga bisa merasakannya. Meski terlihat biasa dan ringan, nyeri panggul bukanlah kondisi yang bisa diabaikan apalagi memiliki gejala tertentu. (frs)

Baca Juga:

Batasi Konsumsi 4 Jenis Makanan Penyebab Diabetes

#Kesehatan #Ibu Hamil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan