Kesehatan

Wajah Butuh Dipijat untuk Redakan Stres

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 07 November 2020
Wajah Butuh Dipijat untuk Redakan Stres

Latihan sederhana untuk meredakan stres pada wajah. (Foto: Pixabay/KaiMiano)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA bilang hanya bagian tubuh saja yang butuh dipijat? Nyatanya wajah juga perlu mendapat perhatian ekstra lho.

Melansir laman Goop, kita cenderung menahan stres emosional di wajah, terutama bagian rahang dan pelipis. Menurut Heidi Frederick dari FaceLove, ketegangan ini akhirnya menciptakan pola, menyebabkan rasa sakit, dan bahkan membuat kulit kendur.

Baca juga:

Transparan, Masker Wajah ini Bikin Kamu Merasa 'Normal'

Sebab rasa stres pertama kali terlihat di muka baru kemudian tulang belakang dan tubuh ikut terdampak. Oleh karena itu, Frederick dan Rachel Lang, 'co-founder' FaceLove mengembangkan latihan pereda stres wajah yang sangat mudah dan bisa dilakukan di rumah. Latihan sederhana ini berfungsi meredakan ketegangan di mulut, rahang, dan pelipis. Yuk ikut mencobanya.

Persiapan:

1. Mandi air hangat yang lama. Pastikan tekanan air mengalir ke area leher, punggung, dan bahumu. Agar lebih maksimal, kamu dapat melakukan pose yoga boneka kain yaitu posisi menunduk dengan lutut ditekuk agar bagian dada dan paha menempel. Kemudian geser beban ke bagian depan telapak kaki untuk mengangkat tulang duduk. Lakukan beberapa detik dan biarkan leher dan wajahmu menjadi lebih rileks.

2. Setelah mandi, pijat bagian leher dan pundak dengan krim pelemas otot

3. Jangan lupa kenakan pakaian yang nyaman dengan rambut dibiarkan terurai. Sebelum mulai, siapkan matras yoga, handuk panas, dan 'roller' wajah atau es batu. Untuk menambah suasana yang rileks, redupkan lampu dan pasang musik meditasi yang menenangkan.

Siapkan roller wajah, handuk panas, dan pelembab. (Foto: Unsplash/@Viva Luna Studios)

Langkah-langkah pemijatan:

1. Pijatkan pelembap ke wajah dengan gerakan melingkar ke atas dan ke luar menggunakan tekanan kuat.

2. Berdiri di atas matras tarik nafas dalam lalu lakukan pose swan-dive down. Dengan kaki terbuka selebar pundak, dorong bagian atas tubuhmu ke depan.

Lebarkan kedua tangan lurus ke samping dan pastikan punggung tidak menekuk. Ketika dilihat dari samping kamu akan membentuk sudut 90 derajat. Bertahanlah selama 30 hingga 60 detik. Gerakan ini bertujuan untuk mengirimkan darah ke otot-otot wajah untuk membantu meredakan ketegangan.

3. Setelahnya satukan tangan di belakang punggung lalu angkat lengan untuk membuka bagian pundak dan memberi ruang panjang di sekitar tulang punggung. Angkat dagumu ke depan semaksimal mungkin untuk meregangkan leher dan rahang secara bersamaan. Tahan 30 detik kemudian ulangi sebanyak tiga kali.

4. Berbaring di matras dan jalin tanganmu di belakang kepala. Lalu angkat lutut sampai sebisa mungkin menyentuh dagu. Rasakan punggung bawah, leher, bahu, dan pangkal tengkorak meregang. Ulangi dua tiga kali dengan durasi masing-masing 30 detik.

Baca juga:

Kesalahan Perawatan Kulit Wajah yang Membuat Pori-pori Membesar

5. Turunkan kedua lutut perlahan ke sisi kanan tubuh sambil menggeser seluruh badan dan kepala ke sisi kiri sehingga pipi kirimu bertumpu pada matras. Gunakan tangan kananmu untuk memijat area di antara pipi kanan dan rahang. Lalu lakukan gerakan naik turun di telinga kanan. Sesudahnya ganti sisi dan ulangi.

Gunakan sepuluh jari dan tekan bagian rahang serta otot temporalis di atas telinga. (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

6. Kemudian letakkan kesepuluh jari di kedua sisi wajah untuk menekannya ke dalam rahang. Perlahan geser jari ke arah pelipis lalu dorong jari ke dalam otot temporalis yang terletak di atas telinga. Lakukan 5-10 kali.

7. Sambil mendekatkan dagu ke dada, gunakan tangan untuk menekan bagian depan dagu untuk menciptakan perlawanan. Tahan selama lima hitungan. Setelahnya lakukan gerakan yang sama tapi kali ini dengan mulut terbuka.

8. Gunakan kepalan tanganmu untuk membuat gerakan melingkar dari atas tulang pipi ke bawah menuju rahang.

9. Letakkan jari tengah di kedua sisi pelipis bawah tepat di atas tulang pipi. Secara bersamaan dorong otot rahang dengan menggunakan kedua ibu jari. Tahan selama 10 detik.

10. Terakhir tarik nafas dalam dengan handuk hangat menutupi wajah. Jepit alis dan beri pijatan ringan dari luar handuk. Biarkan uap yang menenangkan meresap masuk ke pori-pori kulit. Jika sudah tidak terasa panas, lepaskan handuk dan ambil 'roller'. Lalu tekan ke atas berulang kali untuk semakin mengencangkan kulit dan membuatnya lebih rileks.

Tidak terlalu sulit bukan? Apalagi latihan ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit saja. Sederhana, mudah, dan sangat menyehatkan pastinya. (sam)

Baca juga:

Jade Roller, Tren Kecantikan 2020 Serta Manfaatnya untuk Perawatan Kulit Wajah

#Wajah #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Samantha Samsuddin

Be the one who brings happiness
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan