Wagub Aceh Desak Dana Perbaikan Rumah Pascabencana Segera Dicairkan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Wagub Aceh Desak Dana Perbaikan Rumah Pascabencana Segera Dicairkan

Upaya pembersihan yang dilakukan oleh tim gabungan Kemenhut, TNI, BNPB dan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh. ANTARA/HO-Kemenhut

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta pemerintah pusat segera mencairkan dana bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Menurut Fadhlullah, percepatan pencairan dana tersebut sangat penting untuk mengurangi jumlah pengungsi sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di daerah terdampak.

Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa (30/12).

Ketua DPD Partai Gerindra Aceh itu mencontohkan, pembangunan hunian tetap (huntap) di beberapa wilayah, seperti Aceh Tamiang, telah mulai dilaksanakan oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, ia menilai langkah tersebut perlu diimbangi dengan pencairan bantuan bagi rumah rusak ringan dan rusak sedang.

“Hunian tetap saat ini mulai berjalan di beberapa kabupaten. Salah satunya di Aceh Tamiang yang sudah mulai dibangunkan oleh pemerintah melalui BNPB. Dan alangkah baiknya rumah yang rusak sedang dan rusak ringan agar segera bisa cair,” ujar Fadhlullah.

Baca juga:

Bupati Aceh Tamiang Minta Tumpukan Kayu Terbawa Banjir Jadikan Kusen Buat Rumah Korban

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Ceritakan Upaya Sabotase saat Pembangunan Jembatan di Lokasi Bencana Aceh

PDIP Kirim Tim Medis dan Dokter Diaspora ke Aceh, Sumut, dan Sumbar, Pulihkan Kondisi Daerah Bencana

7 Jembatan di Aceh Kritis Pascabencana, Komisi V DPR Desak Pemerintah Bangun Ulang

Ia menegaskan, pencairan dana perbaikan rumah rusak ringan dan sedang akan mendorong para pengungsi untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan rehabilitasi rumah secara mandiri tanpa harus berlama-lama tinggal di pengungsian.

“Dengan pencairan rusak sedang dan rusak ringan, otomatis yang di pengungsian akan pulang ke rumah. Akan pulang dan akan merehab rumah, dan kemudian jumlah pengungsi otomatis berkurang,” kata Fadhlullah.

“Ini harapan kami, kalau bisa secepat mungkin Pak Menteri Keuangan bisa dicairkan,” sambungnya.

Selain sektor perumahan, Fadhlullah juga mengusulkan adanya skema khusus untuk sejumlah program bantuan sosial di wilayah terdampak bencana, seperti Dana Desa, Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia menilai, kondisi daerah yang terdampak bencana tidak memungkinkan penerapan kebijakan yang sama dengan daerah lain.

“Ada beberapa skema yang harus diberlakukan khusus seperti dana desa, kemudian PKH, dan dana BOS. Kami mohon ada perlakuan khusus untuk daerah terdampak bencana, karena tidak mungkin kami bisa menjalankan kebijakan yang sama dengan daerah lain,” pungkasnya. (Pon)

#Bencana Alam #Bantuan Bencana Alam #Aceh #Banjir Bandang
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Indonesia
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Lembaga vulkanologi setempat menetapkan Status Siaga Level 3 dalam skala lima tingkat.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
   Gunung Mayon di Filipina Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi
Indonesia
Perayaan Seba 2026, Warga Badui Jaga 47 Gunung di Banten
Masyarakat Badui patut diapresiasi dengan menjaga keseimbangan alam, sehingga dapat mencegah potensi bencana alam.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Perayaan Seba 2026, Warga Badui Jaga 47 Gunung di Banten
Indonesia
16 Kecamatan di Kota Bandarlampung Dilanda Banjir
Personel gabungan dikerahkan melakukan pendataan dan membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
16 Kecamatan di Kota Bandarlampung Dilanda Banjir
Indonesia
Provinsi Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Hingga 20 April 2026
Seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Provinsi Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Hingga 20 April 2026
Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Bagikan