Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
  Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia

Ilustrasi virus. (Foto: Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DUA kasus hantavirus telah dikonfirmasi setelah tiga orang meninggal dunia dan seorang warga Inggris mengalami sakit serius setelah adanya dugaan wabah di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Operator kapal MV Hondius, Oceanwide Expeditions, mengatakan sepasang suami istri asal Belanda serta seorang warga negara Jerman telah meninggal dunia.

Seperti dilansir BBC, hantavirus telah dikonfirmasi pada kasus warga Inggris berusia 69 tahun yang saat ini dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan. Virus yang sama juga ditemukan pada perempuan Belanda yang meninggal. Namun, penyebab kematian penumpang lainnya masih dalam penyelidikan.

Hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat melalui kotoran, air liur, atau urine. Virus ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah. Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi.

Selain warga Inggris yang telah dipastikan terinfeksi hantavirus, seorang awak kapal asal Inggris termasuk di antara lima kasus dugaan lain yang terkait dengan kapal tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini sedang menyelidiki situasi tersbeut.

Kapal MV Hondius saat ini berada di lepas pantai Tanjung Verde dengan 149 orang dari 23 negara berasa di dalamnya .

“Suasana di atas MV Hondius tetap tenang, dengan para penumpang umumnya tetap terkendali,” kata pihak Oceanwide Expeditions.

Baca juga:

3 Tewas dalam Pelayaran Kapal Pesiar Atlantik, Diduga Wabah Hantavirus



Perusahaan itu menambahkan ada dua awak kapal, satu warga Inggris dan satu warga Belanda, yang berada di atas kapal dengan gejala pernapasan akut, satu ringan dan satu berat. Namun, hantavirus belum dikonfirmasi pada keduanya. Keduanya memerlukan perawatan medis segera. Hingga kini, tidak ada orang lain di kapal yang menunjukkan gejala. “Otoritas Belanda secara aktif mempersiapkan evakuasi medis bagi kedua awak kapal tersebut, serta seorang individu yang berkaitan dengan warga Jerman yang meninggal,” kata Oceanwide Expeditions.

Evakuasi ini, menurut mereka, akan melibatkan dua pesawat khusus yang dilengkapi peralatan medis yang diperlukan dan diawaki tim medis terlatih.

Negosiasi sedang berlangsung dengan otoritas setempat mengingat adanya situasi medis serius menurut Oceanwide Expeditions. Perusahaan menjelaskan wabah bermula saat seorang penumpang jatuh sakit di atas kapal dan meninggal pada 11 April. Penyebab kematiannya tidak dapat dipastikan, dan jenazahnya diturunkan dari kapal setelah kapal bersandar di St Helena pada 24 April.

Istri penumpang tersebut juga turun di St Helena. Perusahaan mengatakan mereka diberi tahu bahwa perempuan itu kemudian jatuh sakit selama perjalanan pulang dan lalu meninggal.

Pada 27 April, perusahaan menyebut seorang penumpang lain, warga Inggris, mengalami sakit serius dan dievakuasi secara medis ke Afrika Selatan. Pria berusia 69 tahun itu masih dalam kondisi kritis, tapi stabil di Johannesburg setelah dipastikan terinfeksi varian hantavirus.

Perusahaan menambahkan, pada Sabtu (2/5), seorang penumpang ketiga di MV Hondius meninggal dunia. Penyebab kematiannya belum diketahui. Mereka mengonfirmasi penumpang tersebut adalah warga Jerman.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Dr Aaron Motsoaledi mengatakan pasien asal Inggris itu dalam kondisi kritis dan dirawat di fasilitas swasta. “Ia sedang ditangani. Seperti yang diketahui, hantavirus, seperti semua virus, tidak memiliki pengobatan khusus sehingga yang diberikan ialah perawatan simptomatik dan dukungan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Ia mengatakan petugas kesehatan dan siapa pun yang telah melakukan kontak dengan pasien akan dilacak dan diuji.

Baca juga:

Belum Selesai Virus Corona, Kini Muncul Hantavirus




WHO Gerak Cepat Tangani Situasi






Oceanwide Expeditions mengatakan opsi untuk berlayar ke Las Palmas atau Tenerife sedang dipertimbangkan “sebagai pintu masuk untuk proses turun dari kapal, di mana pemeriksaan medis lanjutan dan penanganan dapat dilakukan.”

WHO mengatakan pihaknya bertindak dengan cepat untuk mendukung MV Hondius dan berterima kasih kepada otoritas Afrika Selatan atas penanganan terhadap pasien asal Inggris tersebut. Direktur regional WHO untuk Eropa Dr Hans Henri P Kluge mengatakan infeksi hantavirus jarang terjadi.

“Meski dalam beberapa kasus bisa parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia. Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak perlu panik atau pembatasan perjalanan,” katanya.

Menurut pemerintah Afrika Selatan, MV Hondius berangkat dari Ushuaia di selatan Argentina sekitar tiga minggu lalu, sebelum menyelesaikan perjalanan ke Tanjung Verde, tempay kapal kini berlabuh di luar ibu kota, Praia.

Kapal ini digambarkan sebagai kapal pesiar kutub sepanjang 107,6 meter, dengan kapasitas 170 penumpang di 80 kabin, serta 57 awak kapal, 13 pemandu, dan satu dokter.

“Kabar terbaru yakni sebuah pesawat sedang dalam perjalanan dan setelah tiba, tiga orang akan dievakuasi dari kapal dan langsung diterbangkan ke Eropa. Kemudian kami semua kemungkinan besar akan berlayar ke Kepulauan Canary,” kata seorang penumpang di MV Hondius, yang meminta identitasnya dirahasiakan, dikutip BBC.

Menurutnya, otoritas Tanjung Verde jelas tidak ingin berurusan dengan kapal pesiar itu. “Dari yang saya lihat, suasana di kapal cukup baik. Hanya satu orang yang telah dites (yang sekarang berada di Afrika Selatan) dan hasilnya positif hantavirus. Jadi kami belum tahu apakah kasus lain juga itu atau sesuatu yang tidak terkait. Jika semuanya hantavirus, cara penularannya agak misterius. Kami diberi tahu tidak ada hewan pengerat di kapal, dan penularan antarmanusia sulit/jarang terjadi,” ujarnya.

Ia meminta semua penumpang dites untuk bisa lebih memahami apa yang terjadi.

Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Tanjung Verde, Maria Da Luz, mengatakan para penumpang tidak akan diizinkan turun di Tanjung Verde untuk melindungi penduduk setempat.(dwi)

Baca juga:

Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream

#Kapal Pesiar #Hantavirus #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Bagikan