Wabah COVID-19 Belum Sirna, Puspenerbal Buka Rumah Makan Gratis untuk Warga

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 03 Maret 2021
Wabah COVID-19 Belum Sirna, Puspenerbal Buka Rumah Makan Gratis untuk Warga

Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Edwin saat menghadiri pembukaan rumah makan gratis di Aloha, Sidoarjo, Selasa (2/3). Foto: MP/Andika Eldon

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) membuka warung makan gratis untuk warga terdampak pandemi COVID-19 di Aloha, Sidoarjo, Jawa Timur.

Komandan Puspenerbal, Laksamana Muda TNI Edwin mengatakan, rumah makan gratis ini dibangun untuk melayani semua lapisan masyarakat yang sedang ingin beristirahat sejenak dalam perjalanan.

Baca Juga

Rumah Makan Padang yang Rendangnya Jadi Menu Andalan

"Program sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami di tengah masa pandemi. Masyarakat umum atau bahkan pengemudi transportasi online pun berhak makan di sini," ujarnya di Aloha, Selasa (1/3).

Untuk tahap awal, kata Edwin, Puspenerbal menyediakan 300 porsi. Untuk pagi hari berupa nasi bungkus, sementara siang hari prasmanan. Untuk minuman dibuka 24 jam.

Pen_Lan_Juand@ Ketut
Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) membuka warung makan gratis untuk warga terdampak pandemi COVID-19 di Aloha, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Pen_Lan_Juand@ Ketut

Menurutnya, jika tahap awal ini menunjukkan progres positif, maka rencananya akan ditambah kuota menunya dan akan menyusul dibuka check point yang lain.

“Yah kita lihat saja nanti, ini memang tahap awal dan kita amati bagaimana perkembangannya,” imbuhnya.

Terkait penyediaan menu dan operasionalnya, Puspenerbal bekerja sama dengan Rumah Makan Warung Apung sebagai pengolah menu dan sejumlah donatur, baik berkontribusi penyediaan bahan mentah maupun berupa dana.

“Untuk pengolahan makanan dan operasional teknisnya, kita dibantu Rumah Makan Apung Rahmawati yang tentunya sudah punya nama dan berpengalaman,” tambah Danpuspenerbal.

Sementara itu, pengelola Rumah Makan Apung Rahmawati, Tony Susanto menyampaikan, jika nanti ada donatur yang ingin membantu dalam bentuk bahan mentah, maka pihaknya siap menerima dan akan membantu mengolahnya.

“Siapa saja yang ingin beramal menyumbangkan bahan makanan di sini, kita siap mengolahnya, seperti beras atau bumbu-bumbu dan lainnya. Lokasi ini dipilih lantaran area padat lalu lintas. Siapa pun dipastikan bisa makan dan minum gratis di sini,” pungkas Tony. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

Anies Perpanjang PSBB, Rumah Makan Diizinkan Buka Sampai Jam 8 Malam

#TNI AL
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Korps Marinir tidak menjelaskan secara detail terkait proses pembangunan Batalyon Snipper dan lokasi penempatannya dan tidak menjelaskan secara rinci soal jumlah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Indonesia
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Sebanyak 752 prajurit TNI AL resmi menyandang baret ungu Korps Marinir usai jalan kaki 350 km dalam Pendidikan Komando Angkatan ke-180 di Malang!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Sebanyak 400 personel TNI Angkatan Laut disiapkan menjadi awak KRI Sriwijaya setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi diserahterimakan dari Italia kepada Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Berita Foto
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Indonesia
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Indonesia
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia resmi punya kapal induk pertama! ITS Giuseppe Garibaldi buatan Fincantieri Italia memasuki ALKI I dikawal KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
KRI Sriwijaya (eks Giuseppe Garibaldi) resmi masuk perairan NKRI via ALKI I. Kapal induk pertama Indonesia ini akan bersandar di Tanjung Priok, dengan 310 awak tengah digembleng TNI AL.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
Indonesia
Tidak Jadi Gajah Mada, Kapal Induk Pertama Indonesia Diberi Nama KRI Sriwijaya
TNI AL memastikan kapal induk pertama milik Indonesia diberi nama KRI Sriwijaya setelah sebelumnya sempat diberi nama KRI Gajah Mada.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tidak Jadi Gajah Mada, Kapal Induk Pertama Indonesia Diberi Nama KRI Sriwijaya
Bagikan