Video Putin Ngakak Ketika Anak Buahnya Ingin Ekspor Babi ke Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Putin. (screen shot youtube)
MerahPutih.com - Presiden Rusia Vladimir Putin tak bisa menahan tawa dalam sebuah sidang kabinet dengan jajaran menterinya. Awalnya, ia hanya tersenyum tapi rupanya karena tak tahan menahan geli, Putin pun tertawa terbahak-bahak. Apa pasal?
Dalam sebuah tayangan video yang diunggah ke Youtube, terlihat rupanya ucapan Menteri Pertanian Alexander Tkachov lah yang membuat Putin tertawa terbahak-bahak.
Dilaporkan Al-Arabiya, Senin (16/10) kemarin, Tkachov mengutarakan rencana meningkatkan ekspor babi dari Rusia ke sejumlah negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Indonesia.
Sontak pernyataan Tkachov itu membuat Putin tersenyum. Sambil tersenyum, mantan agen intelijen KGB itu berusaha menjelaskan kepada anak buahnya bahwa Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim dan pantang mengonsumsi daging babi.
Tapi, Tkachov berkeras bahwa Indonesia mengongumsi daging babi. Akhirnya tawa Putin pun pecah. Dia tak kuasa lagi menahan tawa bahkan sampai menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Mau tahu bagaimana tawa Putin pecah di sidang kabinet? Simak video berikut ini:
Bagikan
Berita Terkait
Kediaman Diserang Drone, Putin: Tidak Akan Dibiarkan Tanpa Balasan
Diundang Prabowo ke Indonesia, Presiden Putin: Terima Kasih Saya Akan datang
Dari Pakistan, Presiden Prabowo Subianto Menemui Putin di Istana Kremlin
Rusia Kirim Pesan Duka Cita Atas Banjir Sumatra, Putin: Kami Bersama Rakyat Indonesia
Tak Mau Kalah dari Trump, Putin Suruh Anak Buahnya Siapkan Uji Coba Senjata Nuklir di Arktik
Putin Umumkan Uji Coba Drone Poseidon Sukses, Rudal Nuklir Antarbenua Terkuat Rusia
Mikrofon Bocor, Xi Jinping dan Vladimir Putin Terekam Ngobrolin Transplantasi Organ dan Kehidupan Abadi
Ketemu Kim Jong-un di China, Putin Berterima Kasih karena Prajurit Korea Utara Bertempur di Ukraina
Ini Yang Akan Dibahas Dalam Pertemuan Trump dan Putin di Alaska
Menlu Iran Tiba di Moskow untuk Bertemu Vladimir Putin Setelah Serangan Amerika Serikat ke Fasilitas Nuklir