Pria Tetap Bisa Menikmati Seks Setelah Jalani Vasektomi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 13 Juli 2024
Pria Tetap Bisa Menikmati Seks Setelah Jalani Vasektomi

Ilustrasi kesuburan pria. (Foto: Pexels/Nadezhda Moryak)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Vasektomi bagi pria adalah pilihan yang pelik. Prosedur ini merupakan bentuk kontrasepsi permanen, sehingga risikonya pada kesuburan saat nyata.

Dilansir dari laman Family Training Australia, prosedur ini memang disarankan dilakukan oleh pasangan yang benar-benar tidak ingin memiliki anak lagi. Prosedur vasektomi dilakukan dengan pembedahan sederhana untuk mencegah sperma keluar dari testis dan masuk ke air mani. Jika tidak ada sperma di dalam air mani maka akan menutup kemungkinan perempuan hamil.

Namun, prosedur ini tidak memengaruhi kemampuan kemaluan memproduksi semen, vasektomi juga tidak akan mengubah fungsi seksual atau karakteristik kemaluan. Artinya, seorang pria masih tetap bisa menikmati seks dan ejakulasi, hanya saja air mani tidak mengandung sperma.

Tindakan ini mesti dipikirkan matang-matang, walaupun ada temuan vasektomi terkadang dapat dibatalkan. Sebab tidak ada jaminan seseorang akan subur dan rencana memiliki anak bisa terjadi usai vasektomi.

Baca juga:

4 Faktor ini Bikin Pria Enggan Jalani Vasektomi

Jika muncul kemungkinan untuk tetap vasektomi, maka langkah medis yang perlu disiapkan adalah dengan mempertimbangkan pilihan pembekuan sperma.

Selain itu, pria yang memilih tindakan vasektomi bukan berarti akan terlindungi dari risiko penyakit seksual menular. Jika ingin terlindungi dari penyakit menular ini maka tetap gunakan kondom.

Lantas, apa saja prosedur yang akan dihadapi pria sebelum tindakan vasektomi? Pertama metode prosedur terbuka, dokter akan membuat satu atau dua lubang kecil di bagian depan skrotum. Dokter kemudian akan memotong dan menutup vas deferens (saluran pembawa sperma) yang terhubung ke masing-masing testis. Lubang pada skrotum ditutup dengan jahitan atau dengan menekan tepi kulit menjadi satu.

Kedua, metode 'vasektomi tanpa pisau bedah'. Ada satu atau dua tusukan kecil dibuat di skrotum dengan tang halus dan tajam, lalu vas deferens dipotong seperti pada prosedur terbuka. Tidak diperlukan jahitan untuk metode ini. Prosedur ini memakan waktu sekitar 20-40 menit dan biasanya dilakukan dengan anestesi lokal. (tka)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan