Vaksin COVID-19 Jadi Peluang Baru Sektor Pariwisata di 2021
Sektor pariwisata diharapkan berjalan lancar di 2021. (Foto: Unsplash/Afif Kusuma)
BARU-baru ini, masyarakat Indonesia bersuka cita karena Presiden Joko Widodo memutuskan vaksin COVID-19 akan diberikan secara gartis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Senada, sejumlah asosiasi juga menyambut baik kehadiran vaksin ini sebagai salah satu pemantik optimisme untuk memulihkan sektor pariwisata Indonesia pada 2021.
“Jadi, setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis tidak dikenakan biaya sama sekali,” ujar Jokowi melalui kanal Youtube Presiden Joko Widodo.
Ia pun menyampaikan kepada jajarannya di semua kementerian serta pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran 2021 untuk program vaksinasi COVID-19.
Baca juga:
Obat ARV Tersendat, ODHA Berhadap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sukses
Anton Sumarli selaku Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO) juga menyambut baik kabar vaksin COVID-19 yang segera datang ke Indonesia.
“Saya sangat yakin apalagi dengan vaksin, yang harapannya bisa berhasil untuk mengurangi penularan COVID-19. Saya yakin dengan vaksin, ke depan akan jauh lebih baik untuk dorong demand pariwisata,” ujar Anton seperti dilansir ANTARA.
Hal itu didorong dengan meningkatkan tren positif bagi sektor pariwisata di kuartal keempat 2020 bila dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya.
“Trennya sudah meningkat. Jika dibandingkan dengan kuartal ketiga, di kuartal keempat ini lebih baik dan demand-nya cukup tinggi. Teman-teman di daerah melaporkan bahwa sudah mulai ramai,” ujar Anton.
Baca juga:
Sekjen DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan kenaikan tersebut sekitar 20% sampai 30% dari kondisi yang paling terpuruk di Mei. Hal itu juga dipengaruhi adanya perjalanan dinas pemerintah dan rencana liburan masyarakat.
“Masih belum ada prediksi panjang mengenai tren di masa depan. Namun, harapannya vaksin bisa membuat orang lebih confident untuk perjalanan liburan dan kita harus jaga semangat teman-teman travel agent,” kata Pauline.
Ada beberapa kelompok masyarakat yang nantinya diprioritaskan untuk mendapat vaksin terlebih dahulu. Mereka yakni garda terdepan dalam penanganan COVID-19, seperti petugas medis, aparat hukum, dan TNI/Polri, toko agama atau masyarakat, guru atau tenaga pendidik, aparatur pemerintah, peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI), dan masyarakat. (and)
Baca juga:
Beda Kelemahan Vaksin Astra Zenica dan Vaksin Sinovac Bandung
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel