Delapan Tahun Berlalu, UTBBYS Kembali dengan Album VIRADA

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Delapan Tahun Berlalu, UTBBYS Kembali dengan Album VIRADA

UTBBYS lepas album baru. (foto: dok/utbbys)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah delapan tahun sejak album terakhir mereka dirilis pada 2018, unit post-rock instrumental asal Bandung, Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS), akhirnya kembali dengan album penuh keempat bertajuk VIRADA.

Album tersebut resmi dirilis pada 7 Agustus 2026 melalui kolaborasi dengan label rekaman demajors.

Bagi UTBBYS, VIRADA tidak sekadar menjadi penanda kembalinya mereka ke panggung rilisan album. Karya ini juga menjadi cara untuk memandang perubahan sebagai bagian dari perjalanan, bukan sebagai upaya meninggalkan atau menghapus masa lalu.

VIRADA, Tentang Perubahan dan Berdamai dengan Diri

Alih-alih memaknai perubahan sebagai upaya untuk meninggalkan masa lalu, VIRADA melihatnya sebagai proses merangkai kembali bagian-bagian perjalanan yang pernah terputus.

Album ini berbicara tentang perubahan arah sekaligus proses seseorang untuk berdamai dengan dirinya sendiri tanpa perlu menyangkal pengalaman yang telah membentuknya.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan UTBBYS melalui enam lagu yang dirancang sebagai satu perjalanan cerita yang saling terhubung.

Baca juga:

Thirtytree Luncurkan Terrestrial, Album Debut Refleksi Manusia Memandang Alam

Transformasi Musikal UTBBYS

Dari sisi musikal, VIRADA turut menjadi penanda transformasi bagi UTBBYS.

Album ini merupakan karya pertama yang dikerjakan dengan formasi terbaru mereka. Rilisan tersebut juga menjadi album pertama UTBBYS yang tidak lagi menggunakan judul lagu berbahasa Inggris.

Keenam lagu di dalamnya justru menggunakan bahasa Indonesia, disertai sejumlah kosakata yang diambil dari bahasa daerah dan Sanskerta.

Pendekatan ini memberikan kontras dengan karya-karya UTBBYS sebelumnya sekaligus membuka lapisan interpretasi baru bagi para pendengar.

Enam Lagu, Satu Perjalanan

Secara keseluruhan, VIRADA berisi enam lagu yang disusun untuk membentuk perjalanan cerita yang saling berkaitan.

Perjalanan dibuka melalui Pangawit, yang merepresentasikan keberanian untuk memulai kembali.

Narasi kemudian bergerak menuju Bias, sebuah fase yang dipenuhi keraguan sekaligus pencarian arah.

Perubahan mulai menemukan titiknya melalui Metanoia, yang menggambarkan pergeseran cara pandang terhadap kehidupan.

Perjalanan berlanjut ke Legawa, ketika seseorang mulai belajar menerima dan merelakan hal-hal yang sudah tidak dapat dipertahankan.

Dari proses tersebut kemudian muncul Merdeka, sebuah bentuk kebebasan yang lahir dari kemampuan menerima diri sendiri.

Seluruh perjalanan akhirnya ditutup melalui Arunika. Lagu ini menghadirkan suasana yang lebih tenang ketika seseorang mulai memahami ke mana langkahnya harus diarahkan.

Baca juga:

Ghea Indrawari Rilis Album 'Rasi Bintang', Bawa Pendengar Menyelami Beragam Wajah Cinta

Hadir dalam Format CD dengan Bonus Track

Selain tersedia dalam format digital, VIRADA juga akan hadir dalam bentuk compact disc (CD).

Versi fisik tersebut menawarkan materi tambahan berupa bonus track eksklusif yang tidak tersedia dalam format lainnya.

Bonus track tersebut merupakan hasil penggabungan Legawa milik UTBBYS dengan Journey dari grup musik Lass.

Kehadiran materi tambahan ini memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar yang memilih format fisik album.

Kembalinya UTBBYS Setelah Delapan Tahun

Kehadiran VIRADA pada akhirnya bukan sekadar menandai kembalinya UTBBYS setelah delapan tahun tanpa album penuh.

Lebih dari itu, rilisan ini menjadi representasi atas perubahan yang mereka alami, baik secara musikal maupun dalam cara memandang perjalanan hidup.

VIRADA seolah mengingatkan bahwa untuk melangkah ke depan, seseorang tidak selalu harus kembali ke masa lalu.

Terkadang, yang diperlukan hanyalah keberanian untuk memilih arah yang berbeda. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
CHVRCHES Comeback dengan 'Roses', Bawa Nuansa Rock dan Kritik Sosial
CHVRCHES kembali lewat single 'Roses'. Lauren Mayberry, Martin Doherty, dan Iain Cook membawa nuansa rock lebih tajam sekaligus kritik sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
CHVRCHES Comeback dengan 'Roses', Bawa Nuansa Rock dan Kritik Sosial
ShowBiz
'Rumah', Tempat Angel Pieters Merawat Luka dan Menemukan Pulang
Bagi Angel, rumah tidak berhenti pada definisi sebuah tempat atau bangunan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
'Rumah', Tempat Angel Pieters Merawat Luka dan Menemukan Pulang
ShowBiz
Daftar 10 Lagu Teratas Spotify Indonesia September 2026, Raim Laode Dominasi Chart
Simak 10 lagu paling banyak diputar di Spotify Indonesia pada 28 September 2026. Sesi Potret eńau dan Ari Lesmana memimpin chart, disusul Tulus dan Raim Laode.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
Daftar 10 Lagu Teratas Spotify Indonesia September 2026, Raim Laode Dominasi Chart
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
Synchronize Fest 2026 menghadirkan special show Geisha, Project Pop, Warkop DKI, Emo Revival, Reggae Gang hingga Timur Basudara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Bagikan