MerahPutih.com - Penyanyi dan penulis lagu Tove Lo akhirnya memperkenalkan album studio keenamnya yang telah lama dinantikan, ESTRUS.
Album tersebut kini tersedia melalui Pretty Swede Records/Virgin Music Group, menghadirkan warna musik yang lebih liar, gelisah, sekaligus terbuka secara emosional.
Lewat 13 lagu electro-pop, Tove Lo kembali mengeksplorasi berbagai pertentangan yang selama ini menjadi bagian penting dalam musiknya.
Euforia, Melankoli, hingga Keinginan untuk Merdeka
ESTRUS mempertemukan sejumlah emosi yang berada di kutub berbeda. Euforia dan melankoli, hasrat dan keraguan, hingga keintiman dan keinginan untuk tetap merdeka hadir dalam satu rangkaian cerita.
Tubuh dan pikiran juga menjadi bagian dari pergulatan tersebut.
Alih-alih mencari jawaban atau mencoba mendamaikan berbagai perasaan yang bertolak belakang, Tove Lo justru membiarkan semuanya hadir secara bersamaan.
Album ini menangkap pengalaman ketika seseorang menginginkan banyak hal dalam waktu yang sama.
Baca juga:
Cerminan Sisi Feminin Tove Lo Tertuang di Album ‘Dirt Femme’
'Source of Life' Jadi Pernyataan Penutup
Bersamaan dengan perilisan album, Tove Lo juga menghadirkan source of life, sebuah lagu yang menjadi semacam pernyataan penutup untuk merangkum gagasan besar dalam ESTRUS.
Lagu tersebut bergerak melewati berbagai keadaan emosional. Mulai dari liar, rapuh, mati rasa, hingga ekstatis, sedih, dan euforik.
Melalui lagu ini, Tove Lo menghadapi salah satu konflik personal yang menjadi bagian dari album.
Di satu sisi, masih ada bagian dirinya yang ingin terus menikmati malam dan kebebasan. Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai apakah sudah waktunya menetap dan membangun keluarga.
Hasrat, ketakutan, cinta, serta bayangan tentang masa depan kemudian saling berkelindan ketika tubuh dan pikirannya seolah bergerak menuju arah yang berbeda.
Baca juga:
Kylie Minogue Rilis 'My Oh My' bersama Bebe Rexha dan Tove Lo
Tove Lo: “Ini Benar-Benar Cerminan Jujur Diriku”
Pertentangan tersebut menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan ESTRUS.
Album ini tidak berusaha menawarkan kesimpulan sederhana. Sebaliknya, berbagai sisi manusia dibiarkan hadir secara bersamaan sebagai bagian dari perjalanan emosional Tove Lo.
Menurutku album ini benar-benar sempurna. Aku menulis apa yang perlu kutulis, bukan bagaimana aku ingin dipandang orang, dan rasanya ini benar-benar cerminan jujur diriku — seksi, unik, gelap, dan penuh kontradiksi,
Tove Lo.
(Far)