Usut Kematian Mirna, Polisi Terus Periksa Sejumlah Barang Bukti

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 12 Januari 2016
Usut Kematian Mirna, Polisi Terus Periksa Sejumlah Barang Bukti

Prarekonstruksi tewasnya Wayan Mirna Salihin (27), di di Restaurant Olivier, West Mall, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/1). (Foto: MP/Bartolomeus Papu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Tim Laboratarium dan Forensik (Labfor) Mabes Polri terus memeriksa sejumlah barang bukti terkait tewasnya Wayan Mirna Salimin (27). Pasalnya, meregangnya nyawa prempuan itu diketahui setelah meminum es kopi di Restoran Mall Grand Indonesia Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan mengatakan, zat beracun yang ada di tubuh Mirna saat ini belum bisa dikatakan berasal dari racun sianida. Hal tersebut bisa saja zat lainnya yang merenggut nyawanya.

Sedangkan barang bukti yang diperiksa dalam mengusut tewasnya Mirna, tutur Anton, seperti kopi, air, sedotan dan ludah. Anton pun mengaku tak dapat menyebutkan berapa banyaknya.

"Namun dari beberapa sampel kita juga ambil. Dari muntahannya kalau ada, dan berbagai macam," ujar Anton, Selasa (12/1).

Masih kata Anton, untuk sianida itu, sebenarnya digunakan untuk racun tikus dalam membasmi hama. Sehingga racun hama sianida ini dapat dijual di berbagai apotek. Untuk menjual obat tersebut harus mengantongi surat izin dari pihak medis, atau memiliki surat dari dokter. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan juga bagi mereka yang berprofesi sebagai petani.

Sementara itu, lanjut Anton, untuk memeriksa kepastian dugaan penggunaan sianida tersebut membutuhkan proses. Sebab, dalam pengkajiannya membutuhkan beberapa para ahli racun.

Untuk racun di tubuh korban, berapa kadar dan jenisnya belum dapat diumumkan oleh pihak kepolisian. Sementara ini, pihak kepolisian harus memeriksa secara mendetail terkait pemeriksaan barang bukti autopsi. Dalam kasus serupa juga ditangani pihak kepolisian setelah tewasnya aktivis Ham Munir beberapa waktu silam.

"Misalkan Munir, 200 cc sementara di dalamnya ada 1.200 cc overdosis. Kita belum dapat umumkan karena sifatnya masih general," paparnya.

Dalam mengusut kasus Munir, polisi membutuhkan waktu hingga tiga bulan guna mengetahui secara detail, dan pemeriksaannya di Belanda. Jadi, pihak Mabes Polri tidak dapat mengatakan secara detail terlebih dahulu sebelum mendapatkan hasilnya.

"Baru berapa hari tidak bisa langsung untuk mendetail. Itu butuh proses," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wayan Mirna Salimin meninggal dunia setelah meminum kopi es Vietnam di Restauran Olivia di West Mall Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1) lalu. Setelah meminum kopi tersebut, tiba-tiba Mirna mengalami kejang-kejang. Kemudian dirinya dibawa ke klinik terdekat, setelah itu dokter di klinik menyarankan Wayan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo pada hari yang sama. Namun sayangnya, nyawa Mirna tak tertolong. (gms)


BACA JUGA:

  1. Sample Tubuh Mirna Diberikan kepada Tim Labfor Mabes Polri
  2. Puslabfor Polri Usut Kasus Tewasnya Mirna
  3. Prarekonstruksi Tewasnya Mirna, S dan H Jelaskan Kronologi
  4. Usut Kasus Tewasnya Mirna, Polisi Gelar Prarekontruksi
  5. Hasil Tes DNA Menjawab Kasus Kematian Bocah PNF
#Keracunan #Irjen Pol Anton Charliyan #Puslabfor Polri
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Lifestyle
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal
Keracunan gas portable sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa atau masuk angin.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal
Lifestyle
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung
Penggunaan kompor portable tanpa sirkulasi udara yang baik dapat memicu risiko serius bagi kesehatan bahkan berujung kematian.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung
Indonesia
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, SPPG Pulogebang Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Higiene
SPPG Pulogebang ternyata belum mengantongi sertifikat higiene. Hal itu terungkap usai ratusan siswa keracunan MBG.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, SPPG Pulogebang Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Higiene
Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Korban keracunan MBG di Jakarta Timur sudah membaik. Namun, sebanyak 37 siswa belum diizinkan pulang dari rumah sakit.
Soffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
BGN meminta maaf atas insiden keracunan MBG di Jakarta Timur. Puluhan siswa mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Indonesia
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
BGN menelusuri penyebab keracunan MBG di Jakarta Timur. Sebanyak 72 siswa dirawat di rumah sakit.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
Indonesia
Pramono Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat
Sebanyak 72 siswa keracunan MBG di Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung ke RSKD Duren Sawit.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
Pramono Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat
Indonesia
Puslabfor Kembali Olah TKP Kebakaran Terra Drone, Apa yang Kurang?
Saat olah TKP pertama yang dilakukan hari H kebakaran Selasa (9/12) lalu, tim puslabfor menemukan abu arang dari sisa kebakaran serta sisa baterai drone.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Desember 2025
Puslabfor Kembali Olah TKP Kebakaran Terra Drone, Apa yang Kurang?
Indonesia
Soal Keracunan MBG, Prabowo Mengaku Sering Salah Makan dan Kadang Kurang Cuci Tangan
Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kekurangan yang ada.
Frengky Aruan - Senin, 17 November 2025
Soal Keracunan MBG, Prabowo Mengaku Sering Salah Makan dan Kadang Kurang Cuci Tangan
Indonesia
Puluhan Siswa SMPN 1 Colomadu Karanganyar Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, Rasakan Mual Pusing
Penyebab kejadian itu masih dicari tahu petugas terkait. Untuk saat ini fokus penanganan siswa yang dirawat agar bisa segera sembuh dan pulang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Oktober 2025
Puluhan Siswa SMPN 1 Colomadu Karanganyar Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, Rasakan Mual Pusing
Bagikan