Uskup Agung Jakarta Minta Umat Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Desember 2023
 Uskup Agung Jakarta  Minta Umat Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo saat konferensi pers yang digelar secara virtual dalam YouTube Komsos Katedral Jakarta, Senin (25/12).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perayaan Natal 2023 digunakan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo untuk mengingatkan umat Katolik menggunakan hal suara atau tidak golput (golongan putih) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

"Ada umat katolik saya katakan silahkan datang untuk ikut memilih calon-calon pemimpin dengan suara hati masing-masing. Tidak ada paksakan. Kalau saya mengatakan pilih ini nanti saya di kartu merah oleh paus, tidak boleh," paparnya.

Baca Juga:

Tetapi, ucap Kardinal Suharyo, silahkan pilih dengan cerdas menurut hati nurani. Yakni memilih pemimpin tanpa paksaan tapi berdasarkan pada suara hati masing-masing.

"Kalau pilih jangan pakai hati nurani yang bodoh tapi yang cerdas. itu artinya mempertimbangakn segala macam," urainya.

Ia mengatakan, ada pihaknya merasa para calon peserta Pemilu nanti tidak ideal sampai akhirnya tidak mau coblos. Namun demikian, sebagai warga negara yang baik harus ikut dalam pesta demokrasi.

"Sebagai warga negara siapapun wajib ikut didalam pemilu. Maka itulah nasihat pertama yang disampaikan kepada umat katolik, kepada umat lain saya tak ada wewenang apapun," tuturnya.

Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo pun mengaku sedih dengan kondisi Indonesia saat ini. Lantaran ada pejabat dari menteri, eksekutif dan legislatif yang korupsi dari uang rakyat.

"Uang pajak masyarakat dibawa kemana itu yang kita baca setiap hari menteri ditangkap anggota dewan ditangkap saya sedih sekali," katanya saat konferensi pers yang digelar secara virtual dalam YouTube Komsos Katedral Jakarta, Senin (25/12).

Padahal ucap dia, jika merujuk pada Undang-undang (UUD) 1945, negara wajib berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dirinya sempat mendengar adanya sebutan kalau trias politica kini sudah beralih nama menjadi trias koruptika. Meski hal itu hanya berupa candaan, tapi sebutan itu seakan mencerminkan kondisi sesungguhnya bangsa Indonesia

"Di suatu harian terkemuka yang memelestkan kata trias politika itu jadi trias koruptika. Lelucon tapi lelucon yg menusuk hati. Itulah realitas kita," paparnya

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut mengawasi tindakan korupsi pejabat ataupun para peserta Pemilu yang nantinya berhasil duduk di pemerintahan.

"Maka pemerintah atau siapapun yang terpilih warga negara wajib ikut mengawasi pemerintah supaya sejalan dengan cita-cita negara kita," katanya. (Asp)

Baca Juga:

#Pemilu #Natal #Pilpres #Nataru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Bagikan