Usai Gunung Agung Meletus, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 22 November 2017
Usai Gunung Agung Meletus, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Gunung Agung tertutup awan terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta masyarakat sekitar Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah pascaletusan gunung tertinggi di Pulau Bali tersebut pada Selasa (21/11) pukul 17.05 Wita.

Dalam keterangan rilis yang dikutip dari Antara, Jonan mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam memberikan informasi tentang aktivitas Gunung Agung.

"Memang tidak besar, erupsinya mencapai 700 meter. Kami menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan ikut arahan pemerintah. BNPB juga sudah memberitahukan kepada masyarakat apa yang harus dilakukan di sekitar Gunung Agung," kata Jonan di Jakarta, Rabu (22/11).

Selain itu, Kementerian ESDM juga memastikan tidak ada kendala dalam pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik di Bali, mengingat telah dipersiapkan dengan baik sejak status aktivitas Gunung Agung sebelumnya berada di Level IV (Awas).

"Pasokan BBM dan Listrik tidak terjadi masalah, karena PLN sudah siap dari beberapa waktu lalu. Setelah diumumkan status yang Siaga sebelumnya, lalu Awas, dan kembali ke Siaga, PLN sudah siap, pasok BBM juga tidak ada masalah," katanya.

Gunung Agung meletus pada Selasa (21/11) pukul 17.05 Wita dengan ketinggian asap maksimum 700 meter di atas puncak. Abu letusan bertiup lemah ke arah timur dan tenggara.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, serta wisatawan direkomendasikan tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius enam km dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan- barat daya sejauh 7,5 km.

Mengingat adanya potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA), maka diharapkan seluruh masyarakat, utamanya yang bermukim di sekitar Gunung Agung maupun di Pulau Bali, segera menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun pelindung mata sebagai upaya antisipasi potensi bahaya abu vulkanik.

Partisipasi masyarakat juga diharapkan dengan melaporkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung melalui fitur lapor bencana. (*)

#Menteri ESDM #Ignasius Jonan #Gunung Agung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Warga Lokal Diprioritaskan Bekerja di LNG Abadi Masela, Bahlil Siapkan SDM Migas dari Maluku
Pemerintah memastikan warga lokal menjadi prioritas tenaga kerja Proyek LNG Abadi Masela. Bahlil menyebut anak daerah telah disiapkan melalui pendidikan migas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Warga Lokal Diprioritaskan Bekerja di LNG Abadi Masela, Bahlil Siapkan SDM Migas dari Maluku
Indonesia
Proyek LNG Abadi Masela Bernilai Rp 352 Triliun Siap Gerakkan Ekonomi Indonesia Timur
Proyek LNG Abadi Masela senilai USD 20,9 miliar diproyeksikan memperkuat ketahanan energi, menyerap 12.000 tenaga kerja, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Proyek LNG Abadi Masela Bernilai Rp 352 Triliun Siap Gerakkan Ekonomi Indonesia Timur
Indonesia
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim minta pemerintah transparan soal harga BBM pasca MoU AS–Iran. Dorong kemandirian energi nasional agar Indonesia tak rentan gejolak global.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti soal Salah Sasaran Subsidi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg tetap stabil dan stok aman. Ia juga menyoroti distribusi dan penggunaan subsidi yang belum tepat sasaran.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti soal Salah Sasaran Subsidi
Indonesia
Prabowo Perintahkan Anak Buahnya Bereskan Persoalan Izin Usaha Tambang di Kawasan Hutan
Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan terkait dengan hasil penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Prabowo Perintahkan Anak Buahnya Bereskan Persoalan Izin Usaha Tambang di Kawasan Hutan
Indonesia
Stok Energi Aman, Pemerintah Pastikan Harga BBM Stabil hingga Akhir Tahun
Pemerintah akan mengupayakan agar harga BBM tetap berapa di bawah pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Stok Energi Aman, Pemerintah Pastikan Harga BBM Stabil hingga Akhir Tahun
Indonesia
Bahlil Ikut Kunjungan Prabowo ke Rusia, Dorong Ketahanan Energi Nasional
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Rusia bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Fokus utama adalah kerja sama energi dan ketahanan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bahlil Ikut Kunjungan Prabowo ke Rusia, Dorong Ketahanan Energi Nasional
Indonesia
Pernyataan Bahlil soal Cadangan BBM Picu Antrean SPBU, DPR Minta Pertamina Klarifikasi ke Publik
DPR meminta Pertamina beri penjelasan setelah pernyataan Menteri ESDM yang menyebut stok BBM Indonesia hanya cukup 20 hari memicu kepanikan di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Pernyataan Bahlil soal Cadangan BBM Picu Antrean SPBU, DPR Minta Pertamina Klarifikasi ke Publik
Indonesia
Stok Energi Hanya 21 Hari, Pemerintah Didesak Amankan Pasokan Jelang Mudik
Pernyataan tersebut merupakan 'alarm keras' yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Stok Energi Hanya 21 Hari, Pemerintah Didesak Amankan Pasokan Jelang Mudik
Bagikan