Usaha Kuliner Online Punya Prospek Bagus Hadirkan Cuan
Bisnis kuliner menjadi peluang di tengah pandemi. (Foto: Ist)
SEKTOR usaha kuliner secara online mempunyai propek cerah di tengah situasi pandemi tahun ini untuk menghasilkan cuan di kantong. Selain itu bisnis perlengkapan kesehatan pencegahan COVID-19 secara online diprediksi tetap menjanjikan.
Pernyataan tersebut diungkapkan AVP Marketplace Strategy dan Merchant Policy Bukalapak, Baskara Aditama dalam acara "Ngobrol Virtual: Strategi Baru Bukalapak Bantu UMKM Di Masa Sulit Pandemi" Kamis (4/2).
"Melihat tren bisnis tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Apalagi, situasi saat ini masih pandemi," ujar Baskara.
Baca juga:
Dikatakannya, sektor usaha kuliner secara online punya prospek bagus menyusul terjaganya tren positif akan permintaan berbagai jenis makanan di marketplace lokal. Bisnis kuliner secara online juga tahan dari hantaman pandemi.
"Kami melihat untuk UMKM yang masih bertahan dan akan tumbuh di tahun 2021 sepertinya di bidang makanan online," ucap dia.
Ia mencatat dari adanya transaksi di Bukalapak permintaan makanan online masih konsisten dan terus ramai setiap bulan. Prospek cerah usaha kuliner online menurutnya, dipicu dua faktor.
Faktor pertama, lanjut dia, masih diterapkannya aturan pembatasan sosial untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia.
"Ya kita pasti tahu, tren pembatasan sosial ini mengakibatkan orang terbatas untuk makan di luar. Masyarakat pun akhirnya lebih memilih untuk melakukan pembelian makanan lewat online," paparnya.
Baca juga:
Faktor kedua, adanya momentum bulan Ramadhan pada April mendatang akan membuat konsumsi masyarakat akan makanan meningkat dibandingkan bulan biasa. Hal itu menjadikan bisnis makanan online naik daun.
"Selama bulan puasa ini usaha makanan akan tumbuh drastis. Permintaan konsumen juga meningkat dan ini peluang besar," tutup Baskara.
VP Marketplace Bukalapak, Kurnia Rosyada menambahkan platform e-commerce Bukalapak mendukung ketahanan bisnis pelaku UMKM di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung hingga sekarang. Langkah tersebut dilakukan dengan menghadirkan sejumlah program dan aplikasi baru untuk membantu UMKM tumbuh.
"Tahun ini kami ada program memberlakukan satu tarif untuk layanan Super Seller-nya yaitu sebesar 0.5 persen. Kami berikan tarif termurah ini khusus untuk UMKM," kata Kurnia.
Ia menjelaskan keuntungan yang bisa dinikmati oleh para pelapak yang berlangganan layanan super seller di Bukalapak di antaranya kesempatan untuk menaikkan transaksi hingga 15 kali lipat. Lewat aplikasi Super Seller ini gratis ongkir sepuasnya, cashback voucher eksklusif, bonus 5 persen budget promosi, hingga bisa ikutan campaign dan flash deal tanpa biaya tambahan. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Menu Populer Negara Kumaha Aing: Sambalado Tanak Jariang (Jengkol)
Bagikan
Berita Terkait
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!