Upaya Pemprov DKI Atasi Kenaikan Harga Bawang Merah Jelang Lebaran
Ilustrasi bawang merah (MP/Fayon)
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) begerak cepat mengantisipasi kenaikan harga bawang merah di ibu kota.
Seperti diketahui, harga bawang merah di Jakarta mengalami lonjakan signifikan selama Ramadan dan jelang Lebaran 2025/1446 Hijriah.
Kenaikan harga ini mencapai hampir 50 persen, dari sebelumnya sekitar Rp 38.000 per kilogram menjadi Rp 49.000 per kilogram. Salah satu penyebab utama kenaikan ini adalah meningkatnya permintaan.
"Saat ini kebutuhan bawang merah di Jakarta mencapai sekitar 100 ton per hari. Permintaan yang tinggi menjelang Ramadan dan Lebaran turut mendorong kenaikan harga di pasaran," ucap Kepala KPKP DKI, Suharini Eliawati, Selasa (18/3).
Ia menyampaikan, Pemprov DKI melalui Perumda Pasar Jaya menggelar program Pangan Keliling, yang menyediakan bawang merah dengan harga lebih terjangkau. Tujuannya, untuk menjaga stabilitas harga.
Baca juga:
Legislator Sebut Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran Merupakan Masalah Kemanusiaan
"Kami menjual bawang merah seharga Rp 17.000 per 500 gram dalam program Pangan Keliling. Ini bertujuan memberikan akses bahan pangan yang lebih murah bagi masyarakat," ujarnya.
Eli menuturkan, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk menanam bawang merah sendiri melalui program Pertanian Perkotaan atau urban farming. Program ini untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga telah bekerja sama dengan sejumlah daerah penghasil bawang merah, untuk memastikan kelancaran distribusi dan pasokan. Selain itu, operasi pasar murah kerap digelar untuk menekan lonjakan harga komoditas pangan strategis, termasuk bawang merah.
"Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Pemprov DKI berharap lonjakan harga bawang merah dapat ditekan, sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan komoditas ini dengan harga yang lebih stabil," ucapnya.
Sebagai informasi, masyarakat dapat memantau perkembangan harga bawang merah melalui situs Info Pangan Jakarta (IPJ). Website ini dikelola oleh Pemprov DKI dan menampilkan data harga pangan dari sekitar 48 pasar tradisional di Jakarta yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.
Berdasarkan olahan data dari IPJ, perkembangan harga rata-rata bawang merah tingkat eceran di Jakarta sebagai berikut:
• Antar bulan (Januari – Februari 2025): turun 9,15 persen sebesar Rp 4.014 per kg (dari Rp 43.849 per kg menjadi Rp 39.943 per kg)
• Antar bulan (Februari dan Maret 2025 sampai minggu ke-II): naik 32,29 persen sebesar Rp 12.863 per kg (dari Rp 39.834 per kg menjadi Rp 52.698 per kg)
• Antar minggu (Minggu I dan Minggu II Maret 2025): naik 16,87 persen sebesar Rp 8.197 per kg (dari Rp 48.599 per kg menjadi Rp 56.796 per kg)
• Antar hari (tanggal 16 dan 17 Maret 2025): naik 2,87 persen sebesar Rp 1.644 per kg (dari Rp 57.200 per kg menjadi Rp 58.844 per kg). (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Transjabodetabek Rute Blok M–Soetta Segera Dibuka, Pramono: Tak Gantikan Damri dan KA Bandara
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi