MerahPutih.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka mengaku terkejut dengan hasil hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survei, yang menunjukkan kubu 02 menang di atas 50 persen suara.
"Kami tidak mengira angka quick count setinggi ini. Itu angka tinggi karena anak anak muda semua, anak anak muda yang ingin jadi bagian dalam perjalanan menuju Indonesia emas," kata Gibran di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/2).
Baca Juga:
Gibran mengaku, dirinya akan secepatkan melakukan silahturahmi dengan para lawannya di Pilpres yakni pasangan nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon nomor urut 03, Ganjar Pranowo dengan Mahfud MD.
"Saya ingin segera sowan ke paslon nomor satu paslon nomor tiga," ucap putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
Menurut Gibran, pertarungan Pilpres ini tak harus menjadikan permusuhan karena punya hak dan kewajiban untuk bersama-sama membangun Indonesia. "Kita semua bersaudara, kita semua bersaudara sekali lagi bapak ibu jangan jumawa tidak perlu membeli, kita semua bersaudara," tuturnya.
Baca Juga:
Pidato Kemenangan di Istora, Gibran Ingat 3 Bulan Lalu Dicela Plonga Plongo
Dalam pidato kemenangan kubu 02 terkait hasil hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survei sebelumnya, Gibran mengungkit tiga bulan lalu dirinya masih diremehkan sejumlah pihak, lantaran dinilai tidak berkompeten menjadi wakilnya Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
"Tiga bulan lalu saya bukan siapa siapa saya masih dikatain plongaplongo, Samsul dikatain takut debat, tapi dengan dukungan bapak ibu semua saya dan pak Prabowo saya sudah berada di sini," kata Gibran.
Gibran juga menegaskan Prabowo merupakan sosok atau politikus senior yang teladan bagi para anak muda dalam pidatonya. "Ini luar biasa sekali sebagai teladan senior yang memberikan guidence kepada anak anak muda," tandasnya. (Asp)
Baca Juga:

