Ukraina Darurat Militer, Kemlu Minta 138 WNI Kumpul di KBRI Kiev

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 24 Februari 2022
Ukraina Darurat Militer, Kemlu Minta 138 WNI Kumpul di KBRI Kiev

KBRI Kiev. Foto: @kbrikyiv

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memonitor keberadaan warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina menyusul adanya invasi militer Rusia.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha meminta kepada 138 WNI di Ukraina untuk berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kiev.

Baca Juga

Jokowi: Setop Perang, Menyengsarakan Umat Manusia dan Membahayakan Dunia!

Judha melanjutkan, bagi warga negara Indonesia yang kesulitan agar segera dapat menghubungi nomor hotline darurat KBRI yang ada di Kiev.

Tak hanya itu, Kemlu juga bekerja sama dengan KBRI Kiev dan KBRI terdekat seperti KBRI Warsawa hingga KBRI Moscow untuk memberikan perlindungan kepada WNI di Ukraina.

"Kami bekerjasama bukan hanya dengan KBRI Kiev namun juga beberapa perwakilan kita yang terdekat dan KBRI relah menyusun rencana kontijensi untuk memberikan perlindungan kepada warga negara kita yang ada disana," katanya.

Baca Juga

Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia

Kementerian Luar Negeri (Kemelu) mengaku telah menjalin kontak dengan 138 WNI di Ukraina. Ratusan WNI itu mayoritas bertempat tinggal di Kiev dan beberapa kota lainnya.

"Saat ini kami di Kemlu dan KBRI Kiev telah mampu menjalin kontak dengan 138 warga negara kita yang ada di Ukraina. Mayoritas mereka bertempat tinggal di Kiev dan beberapa warga lainnya tersebar di beberapa kota dan lainnya," ujar Judha.

Judha juga memastikan bahwa 138 WNI di Ukraina tersebut dalam kondisi aman.

"Dalam komunikasi dengan Whatsapp grup kami mendapat informasi bahwa para warga negara kita yang ada di sana masih dalam kondisi aman. Mereka tetap tenang," papar dia. (Asp)

Baca Juga

Dubes Ukraina Sebut Rusia Sudah Lakukan Propaganda Sejak Puluhan Tahun Lalu

#Kementerian Luar Negeri #Ukraina #Konflik Ukraina #Rusia #KBRI
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia, Disambut Bendera Palestina
9 WNI yang ditangkap Israel akhirnya tiba di Indonesia, Minggu (24/5). Kedatangan mereka disambut bendera Palestina dan Menlu RI, Sugiono.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia, Disambut Bendera Palestina
Indonesia
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Delegasi Indonesia meraih total enam medali individu, terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Indonesia
KSP Dudung Sebut 9 WNI yang Ditahan Israel Diperkirakan Tiba di Tanah Air Besok
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman mengatakan, bahwa 9 WNI yang ditangkap Israel tiba di Tanah Air pada Sabtu (23/5).
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
KSP Dudung Sebut 9 WNI yang Ditahan Israel Diperkirakan Tiba di Tanah Air Besok
Indonesia
Indonesia Kecam Israel atas Penangkapan Relawan Global Sumud Flotilla, 9 WNI Belum Dibebaskan
Kemlu RI mengutuk tindakan Israel yang menangkap relawan Global Sumud Flotilla. Kini, sebanyak 9 WNI masih belum dibebaskan.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Kecam Israel atas Penangkapan Relawan Global Sumud Flotilla, 9 WNI Belum Dibebaskan
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Menlu Sugiono Ungkap Kendala Penyelamatan WNI yang Ditahan Israel, Komunikasi Sangat Terbatas
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengungkapkan kendala penyelamatan WNI yang ditahan Israel.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Menlu Sugiono Ungkap Kendala Penyelamatan WNI yang Ditahan Israel, Komunikasi Sangat Terbatas
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Indonesia
Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Tentara Israel
Pemerintah berkoordinasi dengan Kemlu untuk membebaskan 9 WNI yang ditangkap tentara Israel.
Soffi Amira - Selasa, 19 Mei 2026
Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Tentara Israel
Indonesia
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Rusia menegaskan tetap memasok minyak ke Indonesia sesuai perjanjian meski menghadapi sanksi Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Indonesia
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Rusia tetap dalam kondisi baik, meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Bagikan