MerahPutih.com - Dua kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) asal Qatar, Rasheeda dan Al Daayen, dilaporkan mengubah haluan menuju Pakistan setelah gagal melintasi blokade Selat Hormuz.
Dilansir dari data pelacakan MarineTraffic, Selasa (7/4), kedua kapal sempat bergerak dari Qatar menuju Selat Hormuz.
"Upaya ini merupakan pertama kalinya kapal bermuatan LNG Qatar meninggalkan negara Teluk itu menuju Selat Hormuz sejak konflik kembali berkecamuk di Timur Tengah," tulis laporan MarineTraffic, dikutip Antara.
Namun, kedua kapal dilaporkan berbalik arah sebelum masuk ke jalur perairan utama minyak dunia itu. Tangker itu lalu mengubah tujuan ke Pakistan dan kemudian terlihat berputar-putar di Teluk Persia dekat Oman.
Baca juga:
Upaya Pertama Kali Menembus Blokade Selat Hormuz
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak serangan gabungan pada 28 Februari 2026 telah menurunkan signifikan jumlah lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Jika kedua kapal Qatar itu berhasil melintasi selat, maka mereka akan mencatat transit LNG pertama sejak konflik dimulai. Namun, pergerakan terbaru menunjukkan ketidakpastian apakah upaya tersebut akan kembali dilakukan.
Peran Kunci Selat Hormuz
Perubahan haluan ini menambah ketidakpastian pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dan LNG dunia.
"Saat ini lalu lintas melalui Selat Hormuz masih sangat terganggu akibat konflik regional," ungkap laporan BPBA Energi Internasional.
Baca juga:
2 Kapal Pertamina Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz, Begini Penjelasan Kementerian ESDM
Gangguan di Selat Hormuz memiliki implikasi langsung terhadap pasar energi global memicu kenaikkan Harga LNG dan minyak mentah dunia. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur utama ekspor energi dari Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Iran. (*)