Merahputih.com - Langit biru di atas gedung-gedung pencakar langit Abu Dhabi tetap tenang meski badai konflik Timur Tengah terus bergemuruh.
Di balik ketenangan tersebut, sistem deteksi canggih terus memantau setiap inci cakrawala demi memastikan tidak ada ancaman melintas.
Namun, ketenangan diplomasi sedikit terusik kala narasi mengenai rapuhnya benteng udara mulai beredar luas lewat laporan media internasional.
Baca juga:
Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, DPR Minta Indonesia Aktif Dorong Perdamaian
Bantahan Tegas Klaim Bloomberg
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) menepis laporan Bloomberg mengenai kemampuan pertahanan udara negara tersebut.
Laporan tersebut menyebut stok amunisi menipis akibat upaya menangkal serangan Iran. Pihak kementerian menganggap informasi tersebut merupakan upaya menyesatkan opini publik internasional.
“Kementerian Luar Negeri dengan tegas menolak klaim palsu dan menyesatkan publikasi Bloomberg terkait kemampuan pertahanan canggih Uni Emirat Arab,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA, Selasa (3/3).
Narasi Bloomberg sebelumnya mengutip sumber anonim menyebut UEA meminta pasokan rudal jarak menengah kepada sekutu.
Laporan itu juga mengeklaim persediaan rudal Patriot milik Qatar hanya bertahan selama empat hari jika penggunaan terus berada pada level saat ini.
Kesiapan Amunisi Jangka Panjang
UEA memastikan seluruh wilayah kedaulatan tetap berada bawah perlindungan sistem keamanan super ketat. Infrastruktur pertahanan negara ini mencakup teknologi jarak pendek, menengah, hingga jauh secara terintegrasi.
Hal tersebut menutup celah bagi segala bentuk gangguan udara, baik berupa drone maupun rudal balistik.
Baca juga:
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Langgar HAM dan Hukum Internasional
“UEA memiliki sistem pertahanan udara beragam, terintegrasi, serta berlapis-lapis guna menangkal berbagai spektrum penuh ancaman udara ber-efisiensi tinggi. Sistem jarak jauh, menengah, serta pendek ini memberikan perlindungan menyeluruh terhadap wilayah udara negara,” tambah pernyataan tersebut.
Pemerintah menegaskan cadangan amunisi strategis masih sangat mencukupi untuk operasional berkelanjutan.
Upaya pemeliharaan kesiapan tempur terus berjalan demi merespons dinamika keamanan kawasan pasca serangan balasan Iran terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat baru-baru ini. Ketegangan meningkat setelah aksi militer Amerika Serikat serta Israel menyasar target di Teheran pada Sabtu (28/2).