Udara Dingin Pagi Hari Bisa Bantu Pembakaran Lemak Pria

Andrew FrancoisAndrew Francois - Rabu, 24 Mei 2023
Udara Dingin Pagi Hari Bisa Bantu Pembakaran Lemak Pria

Udara dingin pagi hari bakar lemak pria gemuk. (Foto: Unsplash/Ehimetalor Akhere Unuabona)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERPAPAR udara dingin pada pagi hari dapat membakar lemak pada pria sehingga bisa membantu dalam mengurangi berat badan.

Medical Daily pada Jumat (19/5) melaporkan, sebuah riset yang menunjukkan lemak pada pria dapat terbakar jika terpapar oleh udara dingin pada pagi hari dibandingkan malam hari namun hal tersebut tidak berlaku bagi perempuan.

Riset tersebut berfokus kepada bagaimana paparan udara dingin dapat memicu pembakaran jaringan lemak cokelat untuk pengaturan suhu dan pembakaran kalori. Lemak cokelat adalah jenis lemak tubuh yang membantu mengatur suhu tubuh yang aktif tepat sebelum seseorang menggigil karena suhu dingin.

Riset tersebut juga mengevaluasi pembakaran lemak pada ritme sirkadian atau siklus internal tubuh manusia selama 24 jam dan bagaimana pola tersebut memengaruhinya.

Baca juga:

Dataran Tinggi di Berbagai Daerah, Tempat Wisata Wajib Penyuka Udara Dingin

Riset menunjukkan berat badan pria berbeda saat pagi hari. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

"Riset kami mengindikasikan bahwa waktu optimum untuk mengalami paparan udara dingin adalah pada titik spesifik dalam 24 jam siklus tubuh," kata Mariette Boon dari Leiden University Medical Center yang menulis riset tersebut.

Dia menambahkan terdapat perbedaan respon tubuh terhadap metabolisme dalam waktu tertentu pada pria dan wanita dimana terapi paparan udara dingin pada pagi hari lebih menguntungkan bagi pria.

Proses riset tersebut melakukan uji coba terhadap 24 partisipan yang terdiri dari pria dan wanita untuk tidur di matras yang diisi air bersuhu 48 derajat fahrenheit (8,8 derajat celcius) selama 90 menit. Para peneliti mengukur pengeluaran energi dan temperatur kulit mereka.

Baca juga:

Menyelamatkan Kulit Sensitif dari Udara Dingin

Minum banyak air putih juga kurangi berat badan. (Foto: Unsplash/Artem Podrez)

Para peneliti menemukan bahwa pria memiliki perbedaan yang signifikan di pagi hari sementara pengeluaran energi dan suhu kulit akibat temperatur dingin tidak jauh berbeda antara pagi dan malam hari pada wanita.

Para peneliti percaya riset ini merupakan langkah penting pertama dalam menyelidiki efek ritme sirkadian terhadap efek paparan udara dingin pada metabolisme lemak.

Mereka juga tengah menyelidiki dampak dari paparan udara dingin secara berulang pada pagi hari terhadap perbaikan kesehatan kardiometabolik pada pria obesitas. (waf)

Baca juga:

5 Makanan yang Bisa Membakar Lemak

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan