Twitter Tengah Benahi Fitur Permintaan Verifikasi
Twitter akan hadirkan fitur permintaan verifikasi akun (Foto: pixabay/photomix-company)
USAI bertahun-tahun menunda janji untuk memperbaiki kebijakan verifikasi yang berantakan, Twitter segera memudahkan para penggunanya untuk meraih tanda centang biru, pertanda akun telah terverifikasi.
Twitter tengah mengerjakan fitur baru yang memungkinkan si pengguna meminta untuk verifikasi. Menurut screenshot yang diunggah oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong. Gambar-gambar yang tidak disengketakan oleh Twitter, menunjukan fitur 'permintaan verifikasi' di pengaturan akun twitter.
Baca Juga:
Mengintip Sederet Fitur Baru Telegram, Salah Satunya Video Editor
Twitter is working on “Request Verification” ????
— Jane Manchun Wong (@wongmjane) June 7, 2020
(I’m not Twitter employee. I’m not tech support) pic.twitter.com/ED58QsD7kM
Twitter sebelumnya mengizinkan para pengguna untuk meminta verifikasi. Tetapi twitter 'menghentikan' fitur tersebut pada tahun 2017, usai Twitter memverifikasi supremasi kulit putih.
Namun pengembalian permintaan verifikasi, tampaknya akan disertai dengan perubahan kebijakan yang lebih besar. Diantara perubahan tersebut, pedoman tertulis memperjelas kualifikasi untuk verifikasi.
Masih belum jelas apa tepatnya hal itu, atau seberapa besar rencana Twitter untuk mengubah aturan saat ini. CEO Twitter, Jack Dorsey sebelumnya telah menggambarkan verifikasi 'rusak', dan mengatakan dia ingin status terverifikasi terbuka untuk semua orang.
Tetapi paling tidak, proses yang lebih terbuka dengan persyaratan khusus bisa menjernihkan banyak kebingungan tentang verifikasi dan cara kerjanya.
Baca Juga:
Pengguna Android Waspada Kiriman Foto Sunset, Mengapa?
Seperti yang dilansir dari laman endgadget, meski memiliki 'jeda' verifikasi publik pada 2017 lalu, Twitter terus memverifikasi ribuan akun diam-diam setiap bulan, lewat proses backchannel yang hanya tersedia bagi mereka yang mempunyai koneksi ke karyawan Twitter.
Baru-baru ini, perusahaan meningkatkan verifikasi kepada dokter dan ahli kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari upayanya untuk mempromosikan informasi otoritatif tentang COVID-19. Bahkan telah menghasilkan verifikasi lebih dari 1.000 ahli kesehatan.
Untuk saat ini, Twitter tak mengatakan kapan proses baru ini mungkin dilaksanakan atau bagaimana cara kerjanya. Tetapi fakta bahwa permintaan verifikasi sekarang telah muncul, hal itu menunjukan bahwa twitter telah melakukan pembenahan tentang verifikasi yang telah lama ditunggu-tunggu para penggunanya. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook