Turki Hukum Seumur Hidup Para Pemimpin Kudeta 2016

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 27 November 2020
Turki Hukum Seumur Hidup Para Pemimpin Kudeta 2016

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ANTARA/REUTERS/HO-Presidential Press Office/aa. (Presidential Press Office/Handou/PRESIDENTIAL PRES)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada ratusan terdakwa yang dituduh memimpin upaya kudeta tahun 2016, pada Kamis (26/11), termasuk terhadap komandan dan pilot militer. Kudeta tersebut dilakukan para pimpinan militer dari sebuah pangkalan udara dekat ibu kota Ankara.

Lebih dari 250 orang tewas pada 15 Juli 2016 lalu ketika para tentara yang membelot menguasai pesawat tempur, helikopter dan tank, dan berusaha untuk mengambil kendali institusi negara serta menggulingkan pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan.

Dikutip Antara, persidangan itu merupakan yang paling diperhatikan oleh publik dari lusinan kasus pengadilan yang menargetkan ribuan orang. Dimana, orang-orang itu dituduh terlibat dalam upaya kudeta. Tudingan dilontarkan oleh Ankara kepada para pendukung Fethullah Gulen, seorang penceramah muslim yang berada di Amerika Serikat.

Baca Juga:

Gempa Turki, Enam Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka

Mantan komandan angkatan udara Akin Ozturk dan sejumlah pihak lainnya di pangkalan udara Akinci dekat Ankara dituduh mengarahkan kudeta dan membom gedung-gedung pemerintah. Termasuk gedung parlemen, dan berusaha membunuh Erdogan.

Menurut laporan kantor berita negara Anadolu, empat pemimpin kelompok, yang dijuluki "imam sipil" karena hubungan dengan jaringan Gulen, dijatuhi hukuman seumur hidup. Alasannya, karena tuduhan mencoba membunuh presiden dan berusaha menggulingkan tatanan konstitusional.

Pilot pesawat tempur F-16 juga termasuk di antara mereka yang mendapat hukuman seumur hidup. Hukuman itu merupakan hukuman terberat di pengadilan Turki lantaran tanpa adanya kemungkinan pembebasan bersyarat.

Menteri Pertahanan Hulusi Akar, beserta komandan lainnya, ditahan selama beberapa jam di pangkalan pada malam kudeta. Sebanyak 475 orang diadili, 365 di antaranya dalam tahanan.

Fethullah Gulen, imam Islam Turki yang bermukim di Amerika Serikat, yang dianggap Ankara bertanggung jawab atas kudeta di Turki. (haber.sol.org.tr)
Fethullah Gulen, imam Islam Turki yang bermukim di Amerika Serikat, yang dianggap Ankara bertanggung jawab atas kudeta di Turki. (haber.sol.org.tr)

Tindakan keras yang berlanjut

Ulama Gulen (79), yang pernah menjadi sekutu Erdogan dan membantah terlibat dalam kudeta, adalah satu dari enam terdakwa yang diadili secara in absentia. Berkas mereka dipisahkan dari persidangan utama, menurut laporan media.

Pemerintah mengumumkan keadaan darurat di Turki, negara anggota NATO dan calon anggota Uni Eropa, setelah kudeta yang gagal dan melakukan tindakan keras skala besar yang membuat khawatir sekutu Barat Ankara.

Baca Juga:

Penjelasan BMKG soal Gempa Turki

Sekitar 292.000 orang telah ditahan karena diduga terkait dengan Gulen, hampir 100.000 dari mereka dipenjara menunggu persidangan, sebagaimana dilaporkan Anadolu yang mengutip pernyataan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu.

Sekitar 150.000 pegawai negeri dipecat atau diskors setelah kudeta, dengan sekitar 20.000 dikeluarkan dari militer. Pengadilan telah menjatuhkan lebih dari 2.500 hukuman seumur hidup.

Empat tahun kemudian, operasi polisi yang menargetkan tersangka yang dituduh memiliki hubungan dengan Gulen terus berlanjut.

Pemerintah mengatakan tindakan keras diperlukan mengingat tantangan keamanan yang dihadapi Turki, untuk membasmi jaringan pendukung Gulen yang tertanam dalam di aparat negara. (*)

Baca Juga:

Presiden Turki Serukan Warganya Boikot Produk Prancis

#Turki #Kudeta Militer Turki
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D lengkap dengan jadwal pertandingan, analisis kekuatan Amerika Serikat, Turki, Paraguay, Australia, dan peluang lolos.
ImanK - Kamis, 04 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Dunia
Remaja Lepaskan Tembakan di Sekolah Turkiye, Melukai 16 Orang
Penyerang berusia 18 tahun itu menembak secara acak di dalam sebuah sekolah menengah kejuruan di Siverek, Provinsi Sanliurfa.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Remaja Lepaskan Tembakan di Sekolah Turkiye, Melukai 16 Orang
Olahraga
Gol Hakan Sukur ke gawang Korea Selatan Masih Jadi yang Tercepat Dalam Catatan Sejarah Perhelatan Piala Dunia
Pada Juni 1962, Masek mencetak gol ke gawang Meksiko dalam waktu 15 detik. Menariknya, skenario terciptanya gol Masek memiliki kemiripan dengan gol Sukur
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Gol Hakan Sukur ke gawang Korea Selatan Masih Jadi yang Tercepat Dalam Catatan Sejarah Perhelatan Piala Dunia
Olahraga
Akhiri Penantian 24 Tahun, Turki Lolos ke Piala Dunia 2026
Turki kembali ke Piala Dunia 2026 setelah 24 tahun usai mengalahkan Kosovo 1-0. Gol Akturkoglu jadi penentu kemenangan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 April 2026
Akhiri Penantian 24 Tahun, Turki Lolos ke Piala Dunia 2026
Berita Foto
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Kemegahan Masjid Jami Al-Fajri dengan arsitektur bergaya Ottoman Turki di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 24 Februari 2026
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Dunia
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar
Mereka dituduh menggambar dan menyebarkan kartun yang menurut otoritas dan para demonstran merupakan penggambaran Nabi Muhammad dan Nabi Musa.
Dwi Astarini - Rabu, 02 Juli 2025
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar
Indonesia
Erdogan Pastikan Komitmen Turkiye Ikut Serta dalam Pembangunan IKN, Melibatkan Perusahaan Kelas Dunia
Hal tersebut disampaikan Erdogan saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2).
Frengky Aruan - Rabu, 12 Februari 2025
Erdogan Pastikan Komitmen Turkiye Ikut Serta dalam Pembangunan IKN, Melibatkan Perusahaan Kelas Dunia
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan Berbagi Payung Saat Tiba di Halim
Kedatangan Presiden Erdogan ke Indonesia dalam rangka kunjungan resmi yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11-12 Februari 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Februari 2025
Presiden Prabowo dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan Berbagi Payung Saat Tiba di Halim
Indonesia
Prabowo Sambut Erdogan di Halim: Assalamualaikum, How Are You?
Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (11/2) malam.
Frengky Aruan - Selasa, 11 Februari 2025
Prabowo Sambut Erdogan di Halim: Assalamualaikum, How Are You?
Indonesia
Prabowo Sambut Presiden Erdogan di Istana Bogor, Bakal Bahas Kerja Sama Menguntungkan 2 Negara
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beserta Ibu negara Emine Erdogan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Selasa (11/2) hingga Rabu (12/2)
Frengky Aruan - Senin, 10 Februari 2025
Prabowo Sambut Presiden Erdogan di Istana Bogor, Bakal Bahas Kerja Sama Menguntungkan 2 Negara
Bagikan