MERAHPUTIH.COM — PULUHAN siswa berlarian keluar dari sekolah menuju gerbang dan ke jalan, Selasa (14/4). Di dalam sekolah menengah atas di Turkiye Tenggara itu, siswa lainnya berusaha menyelamatkan diri dari penembakan acak yang dilakukan seorang mantan siswa. Penembakan berakhir setelah pelaku melukai sedikitnya 16 orang dan mengakhiri hidupnya sendiri.
“Dia tidak mengatakan apa-apa, dia masuk dan langsung mulai menembak,” kata Omer Furkan Sayar, salah seorang siswa, dikutip Anadolu.
Penyerang berusia 18 tahun itu menembak secara acak di dalam sebuah sekolah menengah kejuruan di Siverek, Provinsi Sanliurfa. “Ia kemudian bunuh diri menggunakan senapan yang sama setelah dikepung polisi,” kata Gubernur Sanliurfa Hasan Sildak, dikutip The Korea Times.
Serangan tersebut melukai 10 siswa, empat guru, seorang pegawai kantin, dan seorang polisi. Sebagian besar korban dirawat di Siverek, sedangkan lima guru dan siswa dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota provinsi karena kondisi mereka lebih serius.
Masih belum jelas motif serangan tersebut, tapi insiden penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turkiye. Pelaku bahkan tidak memiliki catatan kriminal. Sekolah tersebut dinyatakan aman dan tidak ada petugas polisi tetap yang ditugasi untuk menjaganya. Sildak menyebut penembakan ini sebagai insiden terisolasi.
Baca juga:
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Stasiun televisi NTV dan sejumlah media lainnya melaporkan pelaku sebelumnya sempat mengancam akan melakukan serangan di sekolah tersebut melalui media sosial. Seorang siswa mengatakan kepada kantor berita nasional Anadolu bahwa ia dan temannya melompat keluar dari jendela kelas untuk melarikan diri dari pelaku.
“Ia tiba-tiba masuk ke kelas dan menembak. Ia menembak empat atau lima kali. Dua orang terkena. Lalu ia masuk ke kelas berikutnya. Kami awalnya menjatuhkan diri ke lantai, lalu dua di antara kami melompat keluar jendela,” imbuh Omar.
Laporan media setempat menyebutkan semua siswa dievakuasi dan unit operasi khusus polisi dikerahkan setelah pelaku menolak untuk menyerah.
“Pelaku dikepung di dalam gedung melalui intervensi polisi dan meninggal setelah menembak dirinya sendiri,” kata Sildak kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa penyelidikan menyeluruh akan dilakukan terkait dengan insiden tersebut.(dwi)
Baca juga:
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI