Pilkada 2018

Tunggu Hasil Perhitungan Suara Pilgub Kalbar, Karolin: Kami Siap Menang dan Siap Kalah

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 27 Juni 2018
Tunggu Hasil Perhitungan Suara Pilgub Kalbar, Karolin: Kami Siap Menang dan Siap Kalah

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa (kiri) dan Suryadman Gidot (kanan) mendapat dukungan dari pendukungnya. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur telah melewati proses pencoblosan. Sambil menunggu hasil perhitungan suara, Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa menyatakan pihaknya siap menang dan juga kalah di Pilkada 2018.

"Sejak awal kami tegas dan komit mengikuti aturan dalam pilkada ini. Kami siap menang dan siap kalah, tentu saja ini harus selaras dengan penyelenggaraan yang sesuai undang-undang sehingga memenuhi asas keadilan bagi semua pasangan calon," kata Karolin di Ngabang, Rabu (27/6).

Menurut Karolin, kemenangan dalam suatu pesta demokrasi adalah milik rakyat, milik semua masyarakat. Oleh karenanya, jika ada sengketa pilkada harus pula ditempuh dengan jalan yang mengedepankan jalur hukum, karena kita adalah negara hukum.

"Hukum harus dikedepankan, karena hukum merupakan panglima," tuturnya.

Mantan anggota DPR itu menegaskan bahwa, seorang pemimpin harus bisa memberi kesejukan bagi masyarakatnya. Jika ada riak-riak yang menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, pemimpin harus bisa tampil ke depan untuk meredam hal itu.

Paslon Pilgub Kalbar
Tiga Calon Gubernur Pilkada Kalimantan Barat Milton Crosby, Karolin Margaret dan Sutarmidji. Foto: Suara Pemred

"Karena pilkada bukan soal mencari menang kalah, tapi mencari pemimpin bagi semua golongan dan kelompok. Keharmonisan yang sudah berjalan baik harus kita jaga, ini akan menjadi prioritas kami pasca-pilkada," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara, putri Mantan Gubernur Kalbar, Cornelis itu juga mengatakan, ketika menjadi Gubernur Kalbar, dirinya akan menjadi gubernur untuk semua kalangan baik yang mendukung mereka maupun pasangan calon lainnya.

"Membangun Kalimantan Barat ini membutuhkan kerja keras bersama, jadi semua kalangan harus dilibatkan," kata Karolin.

Terkait politik uang, lanjutnya, seorang pemimpin adalah contoh dan teladan bagi orang yang dipimpinnya. Oleh karenanya, sebagai pemimpin dia harus mengedepankan nilai-nilai moralitas sebagai nilai tertinggi dengan tidak melakukan praktik politik uang.

Debat Pilgub Kalbar
Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Milton Crosby - Boyman Harun (kanan), Karolin Margret Natasa - Suryadman Gidot (tengah) dan Sutarmidji - Ria Norsan (kanan) (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis menargetkan raupan suara minimal 53 persen untuk pasangan calon nomor urut 2, Karolin-Gidot.

"Kita sudah bekerja maksimal, masuk kampung, keluar kampung nyebrang laut, kalau masih tidak menang tidak ngerti dengan yang lain yang mengendalikan dari Pontianak, kita masuk sampai sarang-sarangnya, pemahaman pemilu ini sudah sampailah ke rakyat," kata Cornelis.

Ketua Tim Kampanye Karolin-Gidot yang juga Presiden MADN ini pun yakin bakal menang dengan raupan suara minimal 53 persen saat dirinya menjadi Gubernur.

"Dengan kerja keras kita, kalau memang tuhan berkehendak, kita usaha wajib hukumnya, seyakin-yakinnya, kita bisa menang. Minimal bisa suara yang 53 persen balik," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Lukas Enembe Yakin Raup 70 Persen Suara di Pilgub Papua

#Pilkada 2018 #Pilkada Serentak #Kalimantan Barat
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Final Ulang Dibatalkan, MPR Tunjuk Josepha Duta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar
MPR RI membatalkan final ulang LCC Empat Pilar Kalbar setelah SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas menolak. Josepha Alexandra diangkat sebagai Duta LCC MPR RI.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Final Ulang Dibatalkan, MPR Tunjuk Josepha Duta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar
Indonesia
MPR Langsung Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat yang Dianggap tak Adil
MPR menyatakan lomba cerdas cermat harus menjunjung sportivitas dan keadilan. MPR menyatakan dewan juri harusnya objektif.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
MPR Langsung Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat yang Dianggap tak Adil
Indonesia
Gubernur Pramono Puji Acara Keluarga Kalimantan Barat, Harapkan Sinergi dengan Pemprov DKI
Pramono membuka peluang kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan IKKB, termasuk dukungan bagi pengembangan organisasi.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Gubernur Pramono Puji Acara Keluarga Kalimantan Barat, Harapkan Sinergi dengan Pemprov DKI
Lifestyle
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi khas masyarakat di Kalimantan Barat yang selalu meriah digelar menjelang dan saat perayaan Idulfitri.
Frengky Aruan - Minggu, 15 Maret 2026
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Indonesia
Listrik Kalbar Dijamin Aman Pasca-Kebakaran PLTU Gundul, Saksi Mata Dengar Ledakan Turbin
Operasional PLTU sempat dihentikan sementara demi keamanan dan pemeriksaan lanjutan, tetapi dijamin tidak akan mengganggu pasokan listrik di Kalimantan Barat.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
Listrik Kalbar Dijamin Aman Pasca-Kebakaran PLTU Gundul, Saksi Mata Dengar Ledakan Turbin
Indonesia
Harga Kratom Jauh di Atas Sawit, Jalan Petani Kalbar Sejahtera
"Pemerintah sudah melegalkan tanaman kratom. Jadi tidak ada aturan yang menyatakan kratom ilegal,"
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
Harga Kratom Jauh di Atas Sawit, Jalan Petani Kalbar Sejahtera
Indonesia
Eks Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit Terseret Korupsi Proyek Mempawah
Ahmadi Noor Supit diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI Tahun 2015.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 September 2025
Eks Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit Terseret Korupsi Proyek Mempawah
Indonesia
KPK Dalami Dugaan Penyimpangan Era Ria Norsan di Korupsi Proyek Mempawah
KPK mendalami dugaan penyimpangan era Ria Norsan dalam kasus korupsi proyek Mempawah. Penyimpangan itu terjadi saat Ria Norsan masih menjabat sebagai Bupati Mempawah.
Soffi Amira - Kamis, 28 Agustus 2025
KPK Dalami Dugaan Penyimpangan Era Ria Norsan di Korupsi Proyek Mempawah
Indonesia
Kasus Korupsi Proyek Jalan Mempawah, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ditetapkan Tersangka?
KPK akan menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dinas PUPR Kabupaten Mempawah. Dalam kasus ini, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, juga diduga ikut terlibat.
Soffi Amira - Senin, 25 Agustus 2025
Kasus Korupsi Proyek Jalan Mempawah, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ditetapkan Tersangka?
Indonesia
KPK Diminta Segera Tentukan Status Hukum Gubernur Kalbar di Kasus Mempawah
KPK diminta segera menentukan status hukum Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Kabupaten Mempawah.
Soffi Amira - Senin, 25 Agustus 2025
KPK Diminta Segera Tentukan Status Hukum Gubernur Kalbar di Kasus Mempawah
Bagikan