Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Yogyakarta Capai Rp 30 Miliar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 15 November 2017
Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Yogyakarta Capai Rp 30 Miliar

Kampanyekan "Ayo Bergabung Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan" di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (23/8). (ANTARA FOTO/Rahmad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tunggakan seluruh peserta mandiri dan badan usaha BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta mencapai Rp 30 miliar lebih. Jumlah tersebut terdiri Rp 25,7 miliar peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri dan peserta badan usaha sejumlah Rp 599,95 juta.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti menjelaskan besarnya tunggakan ini terjadi karena banyaknya masyarakat yang ingin langsung merasakan manfaat BPJS Kesehatan. Sehingga saat merasa tidak pernah sakit, warga malas membayarnya.

“Warga itu bayar BPJS kalau dia lagi sakit saja. Padahal harus dibayar kan rutin,” jelas Hesti melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa (14/11).

Selain itu untuk para peserta mandiri atau badan usaha, besarnya tunggakan terjadi karena lupa atau rasa malas untuk membayar. Sebab tak seperti pekerja kantoran yang sudah dipotong perusahaan, anggota PBPU dan BU wajib menyetor seorang diri.

Faktor lainnya adalah ketidak sesuaian nominal yang dibayarkan dengan jumlah yang seharusnya dibayarkan. “Misalnya untuk kelas 3 harusnya bayar Rp 50 ribu per bulan. Di lapangan ada yang membayar hanya Rp 25 ribu. Bahkan untuk PBI hanya membayar Rp 23 ribu. Jadi yang kami dapatkan tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya,” tutur Hesti.

Sejumlah upaya sudah dilakukan BPJS Kesehatan untuk membuat para anggota membayar. Di antaranya dengan mempermudah lokasi pembayaran dengan bekerja sama dengan minimarket modern. BPJS juga rutin mengirim surah tagihan kepada anggota yang menunggak untuk mengingatkan.

“Bahkan petugas kami menelepon anggota yang lama menunggak untuk mengingatkan membayar,” kata Hesti.

BPJS Kesehatan pun turut membentuk kader JKN yang akan menjemput bola menangih langsung ke rumah anggota yang banyak menunggak. Kader JKN ini dibentuk tahun ini dan berjumlah 9 orang. Hesti menambahkan pihaknya berencana menambah jumlah kader JKN tahun depan demi menekan tunggakan.

“Akhir tahun akan kami evaluasi semua dan tentukan strategi baru untuk menekan tunggakan,” tegasnya.

Namun Hesti mengklaim pihak BPJS Kesehatan Yogyakarta tak memiliki tunggakan kepada fasilitas kesehatan yang telah bermitra. BPJS terus membayar klaim dari para anggota lima belas hari usai persyaratan klaim komplet terkumpul.

Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta per Agustus 2017 ada 23.707 peserta peserta mandiri yang menunggak. Sementara jumlah tunggakan badan usaha per September 2017 mencapai 141 anggota.

Jumlah tunggakan terbesar ada pada PBPU kelas 1 yang berjumlah 7.648 anggota dengan total tagihan Rp 13.019.318.217. Disusul dengan kelas dua yang berjumlah 5.917 orang dengan tagihan Rp 6.681.672.857. Sementara anggota kelas tiga yang menunggak sebanyak 10.142 peserta dengan tagihan Rp 5.982.870.863. Jumlah ini merupakan akumulasi dari tunggakan anggota sejak tahun 2014.

Sementara jumlah anggota BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terus meningkat setiap tahun. Pada Desember 2015 jumlah peserta mencapai 1.529.787 orang. Tahun berikutnya jumlah peserta meningkat menjadi 1.679.026 anggota. Terakhir per September 2017, jumlah seluruh anggota BPJS mencapai 1.766.261 anggota. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Peringati HKN, Buruh Minta Pemerintah Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan

#BPJS #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Indonesia
BPJS Ketengakerjaan Diusulkan Berikan Modal Usaha ke Pekerja
Pemberian santunan tidak seharusnya menjadi akhir dari perlindungan sosial, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan agar dana tersebut menghasilkan sumber pendapatan berkelanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
BPJS Ketengakerjaan Diusulkan Berikan Modal Usaha ke Pekerja
Indonesia
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kemenkes membenahi sistem komunikasi pelayanan pasien menyusul kasus Yurizal Tri Chaerawan yang viral.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Dinkes Tindak Tegas Nakes yang Cibir Pasien BPJS
Jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di Jakarta sangat besar sehingga pengawasan terhadap etika pelayanan harus diperkuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Dinkes Tindak Tegas Nakes yang Cibir Pasien BPJS
Indonesia
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Profesi tenaga kesehatan merupakan profesi mulia yang menuntut standar etik tinggi, termasuk dalam berkomunikasi di ruang digital.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
BPJS Kesehatan Jebol Rp 2 Triliun Sebulan, DPR Bongkar Carut Marut Data PBI Kemensos
Akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi persoalan utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
BPJS Kesehatan Jebol Rp 2 Triliun Sebulan, DPR Bongkar Carut Marut Data PBI Kemensos
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Bagikan