Menkes akan Pangkas Layanan Berjenjang JKN BPJS, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Kompetensi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Menkes akan Pangkas Layanan Berjenjang JKN BPJS, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Kompetensi

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: dok. Kemenkes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan memangkas sistem rujukan berjenjang dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Selama ini, pasien BPJS harus melalui alur panjang dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas, kemudian ke rumah sakit (RS) tipe C, lanjut ke tipe B, hingga akhirnya bisa dirujuk ke RS tipe A.

Menurut Budi, mekanisme ini tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga menyebabkan pembengkakan biaya BPJS karena satu pasien dapat ditanggung hingga tiga kali di fasilitas berbeda.

Ia menegaskan bahwa nantinya, peserta BPJS bisa langsung dirujuk ke rumah sakit tertinggi yang sesuai dengan kebutuhannya, tanpa harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.

Dari sisi BPJS lebih efisien, dari sisi masyarakat juga senang. Nggak perlu rujuk tiga kali, keburu wafat nanti dia kan, ujar Budi di Jakarta, dikutip Jumat (14/11).

Baca juga:

Legislator Tegaskan Pers Adalah Pewarta Pejuang SJSN, Wajib Dilindungi BPJS dari Bahaya Data Fiktif dan Kerugian Negara

Sistem rujukan yang baru ini akan berbasis pada kompetensi layanan rumah sakit, bukan lagi sekadar tingkatan administratif. Artinya, pasien akan langsung dikirim ke fasilitas yang memiliki kemampuan menangani kondisi penyakitnya.

“Lebih baik pasien langsung dikirim ke tempat di mana dia bisa dilayani sesuai anamnesa awalnya,” jelasnya.

Langkah reformasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus darurat, memotong waktu tunggu, serta membuka akses lebih cepat ke layanan spesialistik bagi masyarakat.

Baca juga:

Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan November 2025: Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Penerima Rp 600 Ribu

Dalam kesempatan yang sama, Budi menjelaskan lima strategi yang tengah disiapkan pemerintah untuk meningkatkan mutu dan efisiensi program JKN:

  1. Standarisasi fasilitas rawat inap melalui penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) guna memastikan kesetaraan akomodasi bagi peserta.
  2. Memperbaiki alur rujukan rumah sakit berbasis kompetensi, sehingga pasien lebih cepat ditangani oleh fasilitas yang tepat.
  3. Menyederhanakan tarif rumah sakit berdasarkan pengelompokan penyakit dan kompetensi layanan, untuk menciptakan tarif lebih spesifik, transparan, dan meminimalkan potensi fraud.
  4. Menjadikan HTA (Health Technology Assessment) sebagai dasar penambahan manfaat, sehingga pemanfaatan dana JKN lebih optimal dan berbasis bukti.
  5. Mendorong perluasan deteksi dini agar penyakit dapat ditemukan lebih awal dan mencegah biaya kesehatan menjadi lebih mahal di kemudian hari.

Upaya tersebut disebut sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan agar JKN lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan layanan lebih cepat kepada masyarakat. (Knu)

#Menteri Kesehatan #Budi Gunadi Sadikin #BPJS #Jaminan Kesehatan Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kemenkes membenahi sistem komunikasi pelayanan pasien menyusul kasus Yurizal Tri Chaerawan yang viral.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Dinkes Tindak Tegas Nakes yang Cibir Pasien BPJS
Jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di Jakarta sangat besar sehingga pengawasan terhadap etika pelayanan harus diperkuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Dinkes Tindak Tegas Nakes yang Cibir Pasien BPJS
Indonesia
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap temuan bakteri E. coli pada menu MBG di Papua dan Semarang.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Indonesia
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Profesi tenaga kesehatan merupakan profesi mulia yang menuntut standar etik tinggi, termasuk dalam berkomunikasi di ruang digital.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Indonesia
Penggunaan JKN untuk pendaftaran SIM Segera Diterapkan Secara Nasional
Penggunaan JKN untuk pendaftaran SIM, salah satu daerah yang telah diuji coba atau piloting telah dilakukan di Medan, Sumatera Utara, untuk dilanjutkan ke tingkat nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Penggunaan JKN untuk pendaftaran SIM Segera Diterapkan Secara Nasional
Indonesia
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai
Penyerapan anggaran Kemenkes rendah karena dipengaruhi pemblokiran anggaran senilai Rp 12,3 triliun.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai
Indonesia
Menkes Buka-Bukaan Penghasilan Dokter Ada yang Setara Tukang Parkir, Cuma Ratusan Ribu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta mengejutkan soal ketimpangan penghasilan dokter di Indonesia yang bagaikan bumi dengan langit.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Menkes Buka-Bukaan Penghasilan Dokter Ada yang Setara Tukang Parkir, Cuma Ratusan Ribu
Indonesia
Menkes Soroti Kasus Bullying terhadap Dokter, Pelaku Banyak Berasal dari Lingkungan Sendiri
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap perundungan menjadi keluhan terbesar yang dialami dokter di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Menkes Soroti Kasus Bullying terhadap Dokter, Pelaku Banyak Berasal dari Lingkungan Sendiri
Indonesia
BPJS Kesehatan Jebol Rp 2 Triliun Sebulan, DPR Bongkar Carut Marut Data PBI Kemensos
Akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi persoalan utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
BPJS Kesehatan Jebol Rp 2 Triliun Sebulan, DPR Bongkar Carut Marut Data PBI Kemensos
Indonesia
Tekanan Darah dan Kolesterol Meningkat Usai Idul Adha, Menkes: Bukan Salah Si Kambing
Menkes menyebut, kebiasaan menambahkan santan berlebihan, garam, gula, hingga jeroan saat memasak faktor utama meningkatnya tekanan darah dan kadar kolesterol usai Idul Adha.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Tekanan Darah dan Kolesterol Meningkat Usai Idul Adha, Menkes: Bukan Salah Si Kambing
Bagikan