Tukad Bindu, Destinasi Wisata Baru di Denpasar

Muchammad YaniMuchammad Yani - Rabu, 02 Agustus 2017
 Tukad Bindu, Destinasi Wisata Baru di Denpasar

(Instagram/gus_adx)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GEMURUH suara air yang mengalir deras dari dam Tukad Bindu, ditingkahi gemerisik daun-daun kepuh (Sterculia foetida) yang luruh diterbangkan angin.

Tidak jauh dari dam, suara riang puluhan bocah yang berlompatan masuk air. Seolah mereka menjadi saksi, betapa Tukad Bindu yang dulu dikenal kotor itu telah berganti menjadi tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak.

Sungai, dalam bahasa Bali disebut tukad. Tukad Bindu terletak di wilayah Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur. Dahulu, sepanjang wilayah sungai ini hanya dilewati masyarakat setempat yang ingin mencuci atau mandi, karena air Tukad Bindu yang tak pernah surut.

(denpasarkota.go.id)

Sejak tahun lalu, pemerintah setempat akhirnya memiliki gagasan untuk 'mempercantik' wajah Tukad Bindu. Melalui gerakan gotong royong bersama warga, kawasan sungai itu ditata dan dibersihkan.

Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan senantiasa mengeluarkan imbauan, agar warga menjaga kebersihan dan keasrian di lingkungan tempat tinggal mereka, termasuk di sekitar Tukad Unda.

"Kalau gerakan kebersihan ini atas kesadaran, maka tidak akan sulit mencapai menuju Denpasar yang bersih, hijau, dan sehat. Denpasar yang nyaman bagi warga," ujarnya.

Imbauan ini tidak sia-sia. Kesadaran warga untuk menjaga lingkungan pun bangkit, sehingga Tukad Bindu menjadi kawasan asri yang indah. Sepanjang kawasan tepian sungai yang menjadi jalan setapak, telah dipaving.

(Instagram/rai_mantra)

Dalam tempo singkat, Tukad Bindu telah menjelma menjadi objek wisata air yang menjadi pilihan warga ketika akhir pekan atau liburan tiba. Kini, objek ini dilengkapi dengan 'jogging track', beberapa kursi untuk bersantai dan tempat bermain anak-anak.

Tatkala akhir pekan tiba, ratusan warga beramai-ramai menyusuri tepian Tukad Bindu. Berjalan kaki menikmati derak suara pepohonan bambu, deretan rumah warga, dan kepak burung-burung yang beterbangan di antara ranting serta dahan.

Beragam kegiatan pilihan di Tukad Bindu, antara lain memancing, menyewa ban, berenang bagi anak-anak, mengadakan pertemuan arisan dan sejenisnya, atau duduk bersantai menikmati hidangan kuliner lokal. (*)

Sumber: Antara

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Sebentar Lagi Tangerang Bakal Punya Destinasi Wisata Baru

#Bali #Traveling
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Indonesia
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Kebutuhan terhadap teknologi ini muncul berangkat dari PR Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan masalah sampah dengan cepat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
ShowBiz
AXEAN Festival 2026 Kembali Digelar di Bali, Hadirkan Musisi Asia Tenggara hingga Prancis
AXEAN Festival 2026 kembali hadir di Bali dengan lineup perdana yang menampilkan musisi Indonesia, Asia Tenggara, hingga Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
AXEAN Festival 2026 Kembali Digelar di Bali, Hadirkan Musisi Asia Tenggara hingga Prancis
Bagikan