MerahPutih.com - Calon presiden AS dari Partai Republik dan mantan presiden Donald Trump berharap segera berdebat dengan Kamala Harris, capres Partai Demokrat yang akan menantangnya dalam pemilu November mendatang.
Sejak berkampanye sebagai capres dari Partai Demokrat, Harris juga telah mengungguli Trump dalam jajak pendapat pra-pemilu.
Trump sejatinya akan menghadapi petahana Presiden Joe Biden dalam Pilpres AS, tetapi pada akhirnya bersaing dengan Harris setelah Wakil Presiden AS itu menggantikan Biden sebagai capres dari Demokrat. Trump dan Biden dijadwalkan untuk melakukan debat kedua mereka pada 10 September di jaringan ABC.
"Saya tidak tahu bagaimana dia (Harris) berdebat. Saya dengar ia seseorang yang tak menyenangkan tetapi bukan pendebat yang baik, lihat saja karena kami akan berdebat dengannya tidak lama lagi," kata Trump ketika tampil di jaringan Fox News, Rabu (7/8).
Baca juga:
Memenangi Pencalonan Presiden, Kamala Harris Pilih Mantan Guru dan Prajurit Jadi Cawapres
Trump mengecam Harris sebagai wakil presiden terburuk dalam sejarah, seperti halnya Biden, yang dicapnya sebagai presiden terburuk dalam sejarah.
"Pers yang sama yang menyebut dia adalah wakil presiden terburuk dalam sejarah sedang mencoba membentuknya menjadi Margaret Thatcher berikutnya versi liberal," kata Trump, mengacu pada perdana menteri perempuan pertama Inggris yang menjabat pada 1970-an dan 80-an.
"Saya tidak percaya itu akan terjadi," ujarnya.
Trump meragukan kemampuan Harris untuk berbicara atau menjawab pertanyaan tanpa bantuan petunjuk baca jarak jauh.
Baca juga:
Streaming 'Freedom' Beyonce Melonjak setelah Jadi Lagu Kampanye Kamala Harris
"Saya dengar dia belum pernah diwawancarai. Dia tidak akan pernah melakukan wawancara seperti ini yang bisa saya dapatkan dari jaringan mana pun. Dia tidak melakukan wawancara karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan," kata Trump menuding Harris.
Partai Republik menolak pengaturan debat kedua sejak Harris maju untuk mengambil alih posisi Biden karena diperlakukan dengan buruk oleh jaringan ABC yang condong ke liberal, telah mengusulkan debat alternatif pada 4 September di jaringan Fox News yang konservatif, yang lebih bersahabat dengan kaum Republik seperti dirinya.
Harris ingin melanjutkan debat yang telah diatur sebelumnya di ABC, dengan mengatakan bahwa ia akan hadir, dengan atau tanpa kehadiran Trump. (*)