Trump Kenakan Tarif Tinggi Panel Surya Indonesia, Ini Kata Wamen ESDM

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Trump Kenakan Tarif Tinggi Panel Surya Indonesia, Ini Kata Wamen ESDM

Panel Surya. (Foto: Unsplash/Andreas Gucklhorn

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Departemen Perdagangan AS mengumumkan tarif sementara sebesar 125,87 persen untuk produk panel surya India. Kemudian, bea masuk imbalan (countervailing duty) dalam rentang 86 hingga 143 persen dikenakan pada panel surya Indonesia, dan Laos pada taraf 81 persen.

Menurut Departemen Perdagangan AS, produk panel surya dari negara tersebut diuntungkan dari subsidi pemerintah setempat yang tidak adil.

Lebih lanjut, laporan Bloomberg menyampaikan bahwa subsidi tersebut memungkinkan eksportir dari ketiga negara untuk menurunkan harga dan bersaing dengan produsen AS.

Tarif tersebut ditujukan untuk mendorong produksi panel surya domestik di negeri Paman Sam. Padahal, Indonesia sudah tandatangani perjanjian dan disepakati dikenakan tarif 19 persen.

Baca juga:

Perusahaan Tambang Diambil Pemerintah, ESDM Siapkan Daftar Masalah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperjuangkan panel surya yang diproduksi di dalam negeri agar tidak terkena tarif impor Amerika Serikat hingga ratusan persen.

“Kami perjuangkan agar sesuai dengan tarif yang diatur di dalam ART (Agreement on Reciprocal Trade/kesepakatan tarif resiprokal). Kalau memang (tarif) 15 persen, ya maksimal 15 persen. Jangan lebih dari 15 persen,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Yuliot menyampaikan sudah melakukan pengecekan terhadap panel surya yang terkena tarif hingga ratusan persen.

Ternyata, lanjut dia, panel surya yang dikenakan tarif tinggi oleh AS merupakan panel surya yang tidak diproduksi di Indonesia, dan hanya melalui proses label di Indonesia, atau transhipment.

Transhipment merupakan kegiatan pemindahan atau pengiriman barang dari suatu negara ke Indonesia, untuk dikirim lagi ke negara lain setelah mendapatkan dokumen tertentu dari Indonesia. Misalkan, negara A melakukan praktik tersebut untuk menghindari tarif resiprokal guna mengimpor barang ke Amerika Serikat (AS).

“Itu hanya transhipment, itu labeling di Indonesia,” ucap Yuliot.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Yuliot meminta kepada Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi untuk memetakan kembali, mana panel surya yang diproduksi di dalam negeri dan mana panel surya yang merupakan barang hasil transhipment.

Dengan pengelompokan panel surya berdasarkan sumber produksinya, Yuliot berharap dapat melindungi panel surya buatan dalam negeri dari tarif AS. (*)

#ESDM #Tarif Resiprokal #Donald Trump
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
DPR AS meloloskan resolusi penghentian serangan ke Iran dengan dukungan anggota Partai Republik. P
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
Indonesia
Diduga Terapkan Praktik Kerja Paksa, Indonesia Bakal Dikenakan Tarif Tambahan Ekspor ke AS
Pemerintah akan menindaklanjuti proses yang telah disiapkan USTR, termasuk penyampaian tanggapan tertulis (written comment)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Diduga Terapkan Praktik Kerja Paksa, Indonesia Bakal Dikenakan Tarif Tambahan Ekspor ke AS
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak mencoba menguasai Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Mekanisme impor LPG dan minyak tetap berjalan normal meski kurs rupiah berfluktuasi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Indonesia
Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Hanya Atur Tata Kelola Aliran Data Terkait Perdagangan Digital
Berdasarkan perjanjian dagang itu, Indonesia diminta untuk memberi kepastian mengenai transfer data pribadi ke AS dengan mengakui bahwa AS memiliki standar perlindungan yang setara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Hanya Atur Tata Kelola Aliran Data Terkait Perdagangan Digital
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Dunia
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut menghadirkan raksasa teknologi AS seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), dan Tim Cook (Apple)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Bagikan