MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diproyeksikan akan tiba di Beijing pada Rabu (13/5) malam untuk pertemuan dua hari dengan Presiden China Xi Jinping.
Agenda utama pertemuan kedua pemimpin itu mencakup isu ekonomi dan keamanan dengan prinsip “resiprositas dan keadilan” guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika.
Setelah berminggu-minggu persiapan, pemerintahan Trump untuk pertama kalinya merinci jadwal dan topik utama yang akan dibahas, mulai dari perdagangan dan kecerdasan buatan hingga Iran dan Taiwan.
Seorang pejabat senior AS menegaskan, tidak ada perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya, serta tidak mengantisipasi adanya perubahan di masa depan.
Baca juga:
Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bahwa Xi akan berupaya menggeser posisi AS terkait Taiwan, termasuk mendesak Trump menghentikan penjualan senjata ke Taipei.
Pejabat tersebut menekankan penjualan senjata ke Taiwan yang disetujui pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump lebih banyak dibandingkan seluruh periode pemerintahan pendahulunya, Joe Biden.
Kunjungan tersebut merupakan yang pertama oleh presiden AS ke China sejak lawatan Trump pada 2017, di tengah berlanjutnya perang Iran dan ketidakpastian situasi di Timur Tengah.
Trump disebut telah beberapa kali berbicara dengan Xi mengenai konflik tersebut dan akan melanjutkan pembahasan mengenai upaya AS mengakhiri permusuhan.
Gedung Putih mengatakan AS dan China menargetkan kesepakatan komersial tambahan di sektor kedirgantaraan, pertanian, dan energi.
KTT akan dibuka Kamis pagi dengan upacara penyambutan, diikuti tur bersama ke Kuil Langit dan jamuan kenegaraan.