Trump Dipastikan Terbang ke China, Bertemu Xi Jinping Buat Akhiri Permusuhan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Trump Dipastikan Terbang ke China, Bertemu Xi Jinping Buat Akhiri Permusuhan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diproyeksikan akan tiba di Beijing pada Rabu (13/5) malam untuk pertemuan dua hari dengan Presiden China Xi Jinping.

Agenda utama pertemuan kedua pemimpin itu mencakup isu ekonomi dan keamanan dengan prinsip “resiprositas dan keadilan” guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika.

Setelah berminggu-minggu persiapan, pemerintahan Trump untuk pertama kalinya merinci jadwal dan topik utama yang akan dibahas, mulai dari perdagangan dan kecerdasan buatan hingga Iran dan Taiwan.

Seorang pejabat senior AS menegaskan, tidak ada perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya, serta tidak mengantisipasi adanya perubahan di masa depan.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata dalam Perang Rusia-Ukraina Selama 3 Hari, dengan Pertukaran 1.000 Tahanan

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bahwa Xi akan berupaya menggeser posisi AS terkait Taiwan, termasuk mendesak Trump menghentikan penjualan senjata ke Taipei.

Pejabat tersebut menekankan penjualan senjata ke Taiwan yang disetujui pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump lebih banyak dibandingkan seluruh periode pemerintahan pendahulunya, Joe Biden.

Kunjungan tersebut merupakan yang pertama oleh presiden AS ke China sejak lawatan Trump pada 2017, di tengah berlanjutnya perang Iran dan ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

Trump disebut telah beberapa kali berbicara dengan Xi mengenai konflik tersebut dan akan melanjutkan pembahasan mengenai upaya AS mengakhiri permusuhan.

Gedung Putih mengatakan AS dan China menargetkan kesepakatan komersial tambahan di sektor kedirgantaraan, pertanian, dan energi.

KTT akan dibuka Kamis pagi dengan upacara penyambutan, diikuti tur bersama ke Kuil Langit dan jamuan kenegaraan.

#Donald Trump #China #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Bagikan