Tren Wisata 2022 dan Pengaruhnya dalam Bisnis Perhotelan
Banyak hotel menata ulang bisnis menyambut wisatawan yang mulai keluar rumah. (Foto: freepik.com/lifeforstock)
BANYAK tuntutan baru yang mulai mengubah industri pariwisata. Sejak pandemi, wisatawan memiliki pilihan perjalanan lebih terbatas karena larangan bepergian negara masing-masing. Selain itu risiko penularan yang tinggi pun membuat kamu juga pasti membatasi diri untuk bepergian, ada atau tidak ada larangan.
Itu baru dari sisi kesehatan. Tuntutan baru pun muncul dari kesadaran akan bahaya perubahan iklim yang mulai mengubah regulasi dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Baca juga:
Tentunya, tuntutan juga mengubah bisnis perhotelan. Banyak hotel mulai menata ulang bisnisnya untuk menyambut wisatawan yang mulai bermunculan, keluar rumah, seiring meredanya pandemi.
Berikut beberapa perubahan yang dilakukan hotel-hotel di berbagai negara menyambut tren wisata 2022 seperti dirangkum dari travelbinger.com.
1. Hotel Memperbanyak Karya Seni
Bukan hal yang aneh untuk melihat karya seni yang menarik dan layak masuk museum di hotel. Sekarang, lebih banyak hotel meningkatkan koleksi seni mereka untuk menempatkannya di lobi dan ruang publik. Lebih banyak hotel akhir-akhir ini yang memiliki karya seni yang luar biasa, baik lukisan, pahatan, atau karya interaktif. Ini akan menjadi hit besar untuk tahun 2022.
2. Jaringan Butik Hotel
Jaringan butik hotel bermunculan di seluruh dunia dengan cepat. Jaringan lama, seperti Marriott, Hilton, dll, memperkenalkan jenama yang lebih kecil tapi mengalami lonjakan pertumbuhan besar. Jaringan yang lebih kecil ini bukan hanya kumpulan hotel yang memiliki label baru, mereka adalah hotel baru yang sebenarnya.
Bahkan jaringan hotel yang lebih kecil telah meluncurkan jenama gaya hidup. Banyak jaringan hotel independen baru membantu mendorong pasar. Lebih banyak butik hotel independen yang dibuka, dan orang-orang menyukainya. Bahkan di tempat terpencil seperti Maladewa, yang didominasi jaringan hotel besar, hotel independen yang tidak dikenal, pun dapat masuk jajaran “hotel baru terbaik”.
Baca juga:
Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Perjalanan Wisata akan Geruduk Istana Negara
3. Satu-dua Malam Gratis
Orang-orang melakukan "liburan mikro", jadi satu hal yang akan dilakukan banyak hotel tahun ini adalah menawarkan satu atau dua malam gratis jika kamu menginap lebih dari dua malam. Promosi seperti itu hanya menjadi cara baru hotel beroperasi. Hotel mengalami banyak kerugian akibat COVID-19, mereka pun akan melakukan apa saja untuk membuat tamu kembali ke kamar hotel.
4. Minimalisme
Minimalisme akan menjadi tren wisata yang besar dan nyata untuk tahun 2022. Hotel memahami bahwa para tamu tidak terlalu peduli dengan desain dan dekorasi serta fasilitas yang mencolok dan mewah. Wisatawan ingin sederhana, tapi sederhana yang dilakukan dengan baik. Mereka menginginkan pengalaman, bukan materialisme.
Mereka ingin dikagumi tetapi dengan hal-hal yang bermakna, seperti layanan pelanggan yang luar biasa, pendekatan yang bijaksana (seperti barang seni dan mini-bar yang keren), kemewahan sederhana, dan mereka menginginkan ruang yang maksimal. Bukan hanya desain hotel. Minimalisme adalah tren besar 2022 dalam mode, desain rumah, brosur, restoran (baik desain maupun hidangan). (aru)
Baca juga:
Tren Wisata Membaik, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat
Bagikan
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku