Tren Wisata Membaik, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat
Asuransi perjalanan diprediksi akan meningkat. (Foto: Unsplash/yousef alfuhigi)
SEIRING berjalannya waktu dan penurunan angka COVID-19, beberapa orang sudah berani untuk berwisata dan melakukan perjalanan ke luar kota. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi mengatakan asuransi perjalanan diprediksi akan meningkat di 2022 seiring dengan tren pariwisata yang membaik di tahun ini.
“Tren pariwisata telah berganti sejak pandemi COVID-19. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengedepankan aspek kualitas di atas kuantitas dalam sektor pariwisata, atau quality tourism dan bukan quantity tourism. Peningkatan protokol kesehatan dan asurnasi menjadi jawaban akan hal tersebut,” kata Didien, mengutip laman ANTARA, Sabtu (11/12).
Didien menambahkan, asuransi berperan penting dalam keadaan apa pun, sehingga perlu untuk mengembangkan asuransi perjalanan yang lengkap, baik untuk perjalanan individu mau pun berkelompok. Lebih lanjut, Didien memaparkan bahwa industri pariwisata mulai memperlihatkan pemulihan.
Baca juga:
Hal ini antara lain terlihat dari meningkatnya animo masyarakat untuk bepergian. Data Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat kenaikan hingga 40 pada pemesanan perjalanan oleh wisatawan lokal atau dua kali dibandingkan dengan sebelum pembatasan mobilisasi dilonggarkan.
Namun meski mulai pulih, tren pariwisata telah mengalami perubahan jika dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Dengan aspek keamanan kian menjadi prioritas, permintaan akan asuransi perjalanan dengan proteksi pun ikut meningkat. Asuransi perjalanan dinilai memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi risiko di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu.
Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia Rismauli Silaban mengatakan, dengan pulihnya tren bepergian tentu disertakan dengan perlindungan lebih agar masyarakat dapat bepergian lebih tenang.
Baca juga:
Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Perjalanan Wisata akan Geruduk Istana Negara
“Di sinilah asuransi perjalanan memainkan peran pentingnya dalam memberikan masyarakat perasaan aman dan nyaman sejak mulai dari persiapan perjalanan hingga sampai di tujuan,” kata Rismauli.
Rismauli menambahkan bahwa pihaknya menyediakan solusi perlindungan perjalanan yang komperehensif, dengan mengedepankan kebutuhan nasabah.
“Dalam jangka panjang, terus meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan turut berperan penting dalam mendukung proses pemulihan pariwisata di Indonesia,” tutup Rismauli. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku