Tradisi Kraton Jogja Mubeng Beteng Malam Satu Suro Ditiadakan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Agustus 2021
Tradisi Kraton Jogja Mubeng Beteng Malam Satu Suro Ditiadakan

Tradisi Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta tahun 2018. (Foto: Teresa Ika/ Yogyakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kraton Yogyakarta meniadakan tradisi Mubeng Beteng yang biasa dilakukan pada pergantian Malam Satu Suro atau malam pergantian Tahun Baru Hijriah. Seharusnya tradisi yang sudah ada sejak lama dilakukan pada Senin (9/8) malam.

Pangarsa Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KMT Projosuwasono, mengatakan, Lampah Budaya Mubeng Beteng ditiadakan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menyebarkan COVID-19.

Baca Juga:

Libur Tahun Baru Islam Digeser, Simak Tanggalnya

"Karena situasi tidak memungkinkan dan mengikuti peraturan pemerintah, Kraton Yogyakarta meniadakan lagi Lampah Budaya Mubeng Beteng pada tahun ini," katanya lewat keterangan tertulis, Senin (09/08).

Sebagai gantinya, Kesultanan meminta kepada seluruh masyarakat DI Yogyakarta dan sekitarnya untuk melakukan tradisi tahunan tersebut di rumah masing-masing melalui cara berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lampah Budaya Mubeng Beteng dilakukan sebagai sarana untuk evaluasi dan introspeksi terkait segala hal yang telah terjadi ditahun sebelumnya.

Prosesi ini dilakukan oleh Abdi Dalem maupun masyarakat umum tepat pukul 00.00 WIB dengan cara mengelilingi area dalam beteng (Benteng) Kraton Yogyakarta.

Lampah Budaya Mubeng Beteng dimulai dari Kamandhungan Lor, Ngabean, Pojok Beteng Kulon, Plengkung Gading, Pojok Beteng Wetan, Jalan Ibu Ruswo, Alun-Alun Utara, dan kembali ke Kamandhungan Lor.

Tradisi Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta tahun 2018. (MP/Teresa Ika)
Tradisi Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta tahun 2018. (MP/Teresa Ika)

Selama Lampah Budaya Mubeng Beteng, Abdi Dalem Kraton Yogyakarta maupun masyarakat umum tidak boleh berbicara, bahkan makan dan minum

Sebelum tradisi dimulai, Kraton Yogyakarta turut mengadakan sejumlah tradisi seperti pembacaan macapat.Tak hanya tradisi Mubeng Beteng, pelaksanaan Hajad Dalem Jamasan Pusaka Alip 1955 juga tertutup untuk umum.

Pembersihan pusaka Kraton Yogyakarta tahun ini dilakukan di dalam kraton Yogyakarta dan hanya dihadiri oleh para abdi dalem. Sebelumnya tradisi jamasan pusaka dilakukan di luar kraton Yogyakarta seperti di museum kereta kencana Kraton Yogyakarta. (Teresa Ika/ Yogyakarta)

Baca Juga:

Ratusan Penyandang Disabilitas di Yogyakarta Terima Vaksin COVID-19

#Tahun Baru Islam #Kemenag #Yogyakarta #Kasultanan Ngayogyakarta #HUT RI #17 Agustus
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Kemenag Harap Perpres Ditjen Pesantren Terbit Sebelum 2026, Siap-Siap Pendidikan Santri Naik Kelas
Kemenag kejar target penerbitan Perpres Ditjen Pesantren sebagai kado akhir tahun 2025, setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Kemenag Harap Perpres Ditjen Pesantren Terbit Sebelum 2026, Siap-Siap Pendidikan Santri Naik Kelas
Bagikan