Tradisi dan Budaya Indonesia Merdesa lewat Video Pendek
Batik salah satu budaya Indonesia. (Foto; Unsplash/Ed Us)
PLATFORM streaming video pendek SnackVideo bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengajak masyarakat memomulerkan tradisi dan budaya Indonesia lewat konten video pendek. Hal tersebut dilakukan untuk fokus kepada penyebaran budaya, perluasan informasi, serta pelestarian nilai-nilai luhur yang terkandung dalam warisan budaya Indonesia.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra menjabarkan peran media sosial yang efektif dalam memopulerkan tradisi dan budaya melalui video pendek.
"Saat ini peran media sosial menjadi pendukung utama dalam mendukung kelestarian nilai-nilai budaya di berbagai generasi, khususnya generasi muda yang menjadi agen penggerak kebudayaan Kemendikbud Ristek mendukung penuh program ini untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan kreativitas dan membangkitkan rasa bangga terhadap budaya dan identitas Indonesia," jelas Ahmad Mahendra, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com, Rabu (10/8).
Baca juga:
SnackVideo Bersama Kemendikbudristek Ajak Masyarakat Sebarkan Pesan Positif
Ia berharap kerja sama antara Kemendikbud Ristek dan SnackVideo dapat mendorong generasi muda untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan menjalankan nilai-nilai budaya dalam kegiatan sehari-hari.
Di sisi lain, Regional Manager Southeast Asia and South Asia SnackVideo Radityo Utomo mengatakan pihaknya hadir untuk memberijkan ekosistem yang diperlukan dalam era digital ini.
"Sebagai platform video pendek, kami ingin memberikan konten yang positif, relevan dengan keseharian, dan tentunya menarik. Melalui inisiatif ini, para konten kreator didorong untuk membuat konten edukatif yang dapat membantu terbentuknya kesadaran masyarakat akan nilai budaya tradisi Indonesia," tutur Radityo Utomo.
Ada beragam konten video pendek dalam tagar #LebihBaikLagi, seperti informasi budaya, kuliner, olahraga, hingga bahasa. Salah satu konten menarik adalah unggahan konten kuliner tradisional dari Septiya Pramawati yang membuat tutorial memasak sambal tempa aroma daun jeruk dengan pot tungku bara dari tanah liat.
Selain itu ada juga konten kreator asal Kupang, NTT, Natalino Mella yang konsisten mempopulerkan alat musik Sasando dalam video pendeknya.
Baca juga:
Rayakan Ramadan, SnackVideo Ajak Berbagi Kebaikan lewat Konten Positif
"Dengan adanya platform video pendek, saya dapat mempopulerkan Sasando kepada siapa pun dan di mana pun. Kini saya tidak harus tampil secara langsung di atas panggung untuk mengajak orang menikmati permainan Sasando saya, tapi bisa menjangkau lebih banyak orang dengan membagikan penampilan saya di media sosial," ungkap Natalino Mella.
Media sosial telah memberi ruang bagi siapapun untuk membuat sekaligus menjadi penikmat konten. Upaya edukatif terkait pelestarian budaya Indonesia yang pada era sebelum digital terkesan kaku, kini dapat disampaikan dan dinikmati oleh siapapun dengan lebih menarik. (and)
Baca juga:
Dukung Pelestarian Warisan Budaya Indonesia, SnackVideo Cari Duta Batik
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Buntut Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pramono Kaji Pembatasan Medsos Bagi Siswa
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Akun Medsos Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Diperiksa, Polisi Temukan Barang Bukti Penting