Headline

Tolak Politisasi Masjid, Majelis Istighosah Lintas Bumi Gelar Dzikir Bersama

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 03 Februari 2019
 Tolak Politisasi Masjid, Majelis Istighosah Lintas Bumi Gelar Dzikir Bersama

Majelis Istighosah Lintas Bumi menggelar dzikir dan pengajian bersama, Sabtu (3/2) malam di Masjid Raudhotul Jannah Komplek PCI Cilegon Banten. (MP/Sucitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Menyikapi fenomena politisasi masjid, yang berpotensi memecah belah umat Islam dan seluruh tumpah darah Indonesia, ratusan jama'aah Majelis Istighosah Lintas Bumi menggelar dzikir dan pengajian bersama, Sabtu (3/2) malam di Masjid Raudhotul Jannah Komplek PCI Cilegon Banten.

KH Hafidz Anshori yang memimpin istighosah tersebut, dalam mukadimahnya memulai dzikir mengatakan, bahwa hidup di Indonesia yang menganut demokrasi, memberikan hak kepada setiap warga negara sipil untuk memberikan suaranya. Dimana setiap orang tentunya berhak untuk menentukan pilihan politiknya masing-masing.

"Dengan demikian, sudah sunnatullahnya ada perbedaan pilihan. Siapapun pilihan kita, semoga Allah SWT memberikan kita keberkahan dan kerukunan, agar kita dapat menghormati pilihan perbedaan tersebut, perbedaan adalah rahmat," ungkapnya yang didampingi KH Gufron Abdul Manan Lc dan KH Mahyani Lc.

Ratusan jamaah mengikuti dzikir dan pengajian bersama
Ratusan jama'aah Majelis Istighosah Lintas Bumi menggelar dzikir dan pengajian bersama, Sabtu (3/2) malam di Masjid Raudhotul Jannah Komplek PCI Cilegon Banten (MP/Sucitra)

Selain bicara kepada jama'ah untuk menyadari bahwa perbedaan pilihan politik jelas ada, dan harus disikapi secara positif, jangan sampai menimbulkan kebencian antara satu sama lain. Sang Kiyai juga menekankan, agar masjid menjadi tempat bersatunya umat untuk membersihkan diri lahir batin.

"Demokrasi adalah dinamika bangsa Indonesia yang tak terhindarkan. Jika punya pilihan politik yang berbeda, jangan ada yang memaksakan pilihan, kita saling hormati pilihan masing-masing, berbeda adalah sunnatullah, mari kita jaga persaudaraan," ungkapnya.

Kemudian ia mulai melafalkan hadhorot, yaitu kiriman do'a berupa surat Alfatihah kepada sederet ulama Banten dan para pemimpin besar di Banten yang sudah almarhum seperti Syeikh Nawawi Al Bantani, Abuya Dimyati, Sunan Gunung Jati, dan menyebut beberapa nama Sultan pada masa awal berdirinya Kesultanan Banten. Lalu dzikir yang dimulai setelah sholat isya tersebut berlangsung sampai sekira pukul 23.00 WIB.

Sementara KH Chumaidi, yang didaulat untuk mengisi ceramah usai dzikir bersama, menekankan pentingnya kesadaran untuk lebih sering mengintrospeksi diri, beristighfar merendahkan hati dibandingkan dengan menjudge dosa dosa yang kita duga dilakukan oleh orang lain.

Ia mencontohkan, sikap orang-orang yang menyebut bahwa peristiwa tsunami yang menimpa pesisir barat Banten, sebagai akibat dari perbuatan maksiat orang-orang. Sebagai seorang kiyai, ia mengaku sempat disalahkan seolah tsunami itu terjadi akibat ia tidak berbuat apa-apa untuk mencegah perbuatan maksiat.

Pengajian dan dzikir lintas bumi
Pengajian dan dzikir bersama untuk hindari politisasi masjid (MP/Sucitra)

"Allah sedang menunjukan bahwa IA maha pengatur, diberi bencana bukannya introspeksi diri malah menuding orang maksiat, ini berarti sholat ngaji dan dzikirnya tidak berefek, berarti ada yang salah dengan sholat dan dzikirnya. Jika tsunami itu terjadi karena maksiat, di New York lebih banyak yang maksiat, kenapa Allah tidak mengirim tsunami ke New York saja?" tanyanya yang disambut tawa ringan para jamaah.

Ketua DKM Masjid Raudhotul Jannah Haji Komarudian, selaku tuan rumah yang ditemui usai acara istighosah mengatakan, bahwa para peserta dzikir adalah para Jama'ah Majlis Dzikir Lintas bumi yang tersebar d Banten, mereka datang dari wilayah Kab Serang, Kota Serang, dan Cilegon.

"Jamaah kita berasal dari kota Cilegon dan kota kabupaten sekitarnya," jelasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Sucitra De, reporter dan kontributor merahputih.com untuk Banten dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ratusan Taruna Akmil Magelang Mulai Jalani Masa Orientasi

#Dzikir Kebangsaan #Pemilu 2019 #Masjid #Masjid Carita
Bagikan
Ditulis Oleh

Dian Sucitra

Bukan Jawara Banten

Berita Terkait

Indonesia
Kemenag Bantah 'Rampas' Dana Kas Masjid, Diharap Transparan dan Akuntabel ke Jamaah
Pemerintah menjamin bahwa seluruh aset finansial rumah ibadah tetap berada di bawah kendali penuh pengurus atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Kemenag Bantah 'Rampas' Dana Kas Masjid, Diharap Transparan dan Akuntabel ke Jamaah
Indonesia
Kemenag Bantah Isu Kelola Rekening Masiid Seluruh Indonesia
Kementerian Agama justru terus mendorong pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan akuntabel oleh DKM atau pengurus masjid, tanpa intervensi dalam bentuk penguasaan dana oleh pemerintah.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Kemenag Bantah Isu Kelola Rekening Masiid Seluruh Indonesia
Fun
Masjid Perahu Cilacap, Ruang Jeda Pemudik di Penatnya Jalur Selatan
Rest Area Talaga Sunda, Wanareja, Cilacap menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemudik dengan kehadiran Masjid As-Shodiqin yang berbentuk menyerupai perahu.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Maret 2026
Masjid Perahu Cilacap, Ruang Jeda Pemudik di Penatnya Jalur Selatan
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Ubah Wajah Masjid Hanya Buat Salat 5 Waktu, 6.859 Masjid Siap Layani Pemudik
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Ubah Wajah Masjid Hanya Buat Salat 5 Waktu, 6.859 Masjid Siap Layani Pemudik
Indonesia
Mudik Lebaran 1447 H: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Layanan Pemudik
Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah pemudik Lebaran 1447 H dengan layanan 24 jam.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Mudik Lebaran 1447 H: Kemenag Siapkan 6.859 Masjid untuk Layanan Pemudik
Indonesia
Perjuangan Masjid BJTB Angkat Derajat Preman Kolong Tol Buah Batu
Area yang dulunya dikenal sebagai sarang premanisme, transaksi ilegal, dan geng motor kini berubah menjadi pusat spiritual dan sosial
Wisnu Cipto - Sabtu, 07 Maret 2026
Perjuangan Masjid BJTB Angkat Derajat Preman Kolong Tol Buah Batu
Indonesia
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik, Buka 24 Jam di Jalur Mudik Nasional
Kemenag menyiapkan 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik di jalur mudik nasional dengan layanan 24 jam, tempat istirahat, toilet bersih, hingga pengisian daya gawai bagi pemudik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik, Buka 24 Jam di Jalur Mudik Nasional
Berita Foto
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Kemegahan Masjid Jami Al-Fajri dengan arsitektur bergaya Ottoman Turki di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 24 Februari 2026
Masjid Jami Al-Fajri Pejaten Barat, Arsitektur Bergaya Ottoman Turki di Jakarta Selatan
Indonesia
Viral WNA Protes Tadarus Ramadan di Lombok, Kemenag Tegaskan SE Pengeras Suara Masjid
Kemenag buka suara soal protes WNA di Gili Trawangan. Penggunaan pengeras suara masjid telah diatur dalam SE Menteri Agama Nomor SE.05 Tahun 2022.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Februari 2026
Viral WNA Protes Tadarus Ramadan di Lombok, Kemenag Tegaskan SE Pengeras Suara Masjid
Bagikan