TNI Waspadai Dampak Konflik Senjata di Marawi
Ribuan prajurit TNI AD berbaris sebelum naik Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 yang akan tinggalkan pelabuhan utama Kota Jayapura, Papua, Rabu (17/5). (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono mengatakan pihaknya mewaspadai dampak dari konflik militan ISIS dan militer Filipina di Marawi, Filipina.
"Kita waspada harus siap siaga. Terlebih masuknya jaringan teror melalui celah-celah wilayah perbatasan NKRI," katanya di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).
Mulyono tidak menjelaskan berapa pasukan yang disiapkan di wilayah perbatasan NKRI dengan negara tetangga, seperti Filipina.
Tidak bisa dipungkiri, sambungnya, aksi teroris muncul kapan saja dan di mana saja, oleh karena itu pihaknya siap ikut mencegah munculnya jaringan kelompok teror baru.
"Kita harus waspada, kita harus siap siaga, semua jaringan deteksi dini, cegah dini kita siapkan di seluruh wilayah NKRI. Antisipasi itu di manapun kita berada, karena kita tahu teroris akan muncul, semua jajaran AD harus waspada dan siap siaga untuk deteksi dini," kata Mulyono.
Sebelumnya, militer dan aparat kepolisian Filipina baku tembak dengan sekelompok orang yang diduga ISIS di wilayah Marawi, Filipina.
Bentrokan terjadi pada Selasa (23/5) waktu setempat, saat tentara Filipina melakukan penggerebekan terhadap kelompok militan Maute yang mengaitkan diri dengan kelompok radikal ISIS.
Militan Maute yang menguasai Kota Marawi, dilaporkan berhasil mengambil alih sejumlah gedung dan membakar sekolah, gereja, juga fasilitas penahanan setempat. Militer Filipina masih berupaya membebaskan kota tersebut dari kepungan Maute.
Soal peran TNI dalam penanggulangan terorisme, Mulyono menilai prajurit TNI AD siap digerakkan.
"Kalau TNI AD dilibatkan, ikut saja," katanya.
Presiden Joko Widodo sebelumnya ingin unsur TNI dapat terlibat dalam praktik antiterorisme. Presiden pun meminta hal itu dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Terorisme yang hingga kini masih dibahas di DPR RI.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
TNI Bakal Bangun 6.382 Jembatan di Seluruh Indonesia, Minta Dukungan Pemda
TPA Raksasa Longsor di Filipina, 1 Tewas dan 38 Hilang
Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya
Jembatan Armco Hubungkan kembali Warga Birem Bayeun Aceh Timur
Viral Video Bantuan ke Sumatera Berupa Kotak Kosong, Begini Penjelasan TNI
Wagub Kalbar Gandeng Imigrasi Buru 15 WNA China Penyerang TNI di Area Tambang Ketapang
Duduk Perkara Belasan WNA China Serang TNI Pakai Parang di Ketapang Versi Kodam XII/Tanjungpura
Prajurit TNI AD Raih Emas di Cabor Menembak SEA Games 2025, Pasang Target Lolos Olimpiade 2028