Merahputih - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan enam pesawat angkut untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengerahan armada tersebut dilakukan agar kebutuhan pangan dan bantuan dasar lainnya dapat segera menjangkau wilayah yang terdampak bencana.
Baca juga:
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan keenam pesawat telah disiagakan sejak Senin (17/8).
Kekuatan pesawat terdiri atas dua C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737,
kata Nyoman, dikutip dari Antara.
Baca juga:
Dampak Gempa di NTT, Kawasan Wisata di Flores Ditutup Sementara
Pesawat C-130J Super Hercules pertama mengangkut bantuan logistik seberat 13.500 kilogram menuju Labuan Bajo. Sementara satu C-130J lainnya membawa 13.563 kilogram bantuan ke Maumere.
Armada Airbus A400M juga diterbangkan menuju Labuan Bajo dengan membawa 20.779 kilogram bantuan.
Sudah Kirim 67,8 Ton Bantuan
Selain itu, dua Boeing 737 dikerahkan menuju Maumere. Masing-masing pesawat mengangkut bantuan seberat 10.000 kilogram.
Total bantuan yang telah dikirim melalui lima penerbangan tersebut mencapai 67.842 kilogram atau sekitar 67,8 ton.
Satu pesawat lainnya tetap disiagakan untuk mendukung distribusi bantuan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Pesawat TNI AU Terus Disiagakan
Nyoman mengatakan seluruh armada angkut TNI AU masih disiagakan untuk mengirim bantuan logistik ke berbagai wilayah di NTT selama dibutuhkan.
Pengerahan pesawat menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan darurat sekaligus memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan pangan dan kebutuhan dasar secara tepat waktu.
Baca juga:
Pemerintah Diminta Percepat Pencairan Anggaran untuk Sekolah Rusak Akibat Gempa NTT
Armada angkut akan terus disiagakan hingga kondisi di NTT berangsur kondusif dan masyarakat terdampak mulai pulih.
Dukungan transportasi udara diharapkan dapat memperlancar distribusi bantuan, terutama ke wilayah yang membutuhkan pasokan logistik dalam jumlah besar selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.