Tidak Lapar dan Lesu Saat Puasa Menurut Pakar

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Sabtu, 02 April 2022
Tidak Lapar dan Lesu Saat Puasa Menurut Pakar

Tak lapar saat berpuasa (Foto: Pixabay/photosforyou)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT berpuasa tentunya rasa lapar dan lesu kerap menghantui. Namun hal itu bisa dikurangi dengan sejumlah cara dari seorang pakar.

Menurut pakar Gizi Klinik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Dr dr Fiastuti Witjaksono MSc, MS, Sp.GK, ada tips untuk menurunkan risiko munculnya ras lapar dan lesu selama berpuasa Ramadan.

Baca Juga:

Penyintas Hipertensi, Hindari Makanan Ini Saat Puasa

Salah satunya yakni melalui pembagian porsi makan. Dokter Fiastuti mengatakan, rasa lapar, haus dan lesu mungkin terasa di awal-awal bulan puasa hingga hari ketiga.

Pembagian porsi makan bisa menurunkan rasa lapar dan lesu saat berpuasa (Foto: Pixabay/allybally4b)

Sebagian orang yang berpuasa pun kerap merasa seperti kurang bertenaga. Mungkin daya tahan tubuh bisa menurun, terlebih di masa pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir ini.

"Mungkin karena perubahan pola makan karena sahur malas-malasan, enggak makan sayuran, buah, atau minum susu. Akibatnya konstipasi karena jumlah makanan yang masuk lebih sedikit atau jenisnya kurang, pasti buang air menjadi susah," jelas dokter Fiastuti seperti yang dikutip dari laman Antara.

Untuk mengatasi tantangan lapar dan lesu, Fiastuti yang mengajar di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyarankan, saat sahur kamu bisa mengonsumsi sekitar 40 persen dari total kalori per hari, melalui makan besar 30 persen.

Baca Juga:

Menu Buka Puasa dan Sahur yang Baik untuk Penyintas Diabetes

Selain makan besar sebanyak 30 persen dari kalori per hari. Kamu bisa menambah dengan asupan camilan sembari menunggu waktu imsak sekitar 10 persen, serta minum air dua gelas.

"Tidak hanya air juga bisa susu sebagai amunisi menjalankan puasa Ramadhan sampai jam 18.00 atau kurang lebih selama 14 jam," tutur Fiastuti.

Berbukalah dengan makanan ang manis sekitar 15 persen dari total asupan kalori per hari (Foto: Pixabay/pictavio)

Ketika berbuka puasa, kamu bisa menyantap makanan lebih banyak atau sekitar 60 persen. Fiastuti memberikan saran, berbukalah dengan makanan yang manis sekitar 15 persen, kemudian melakukan salat magrib, dan makan makanan lengkap sebanyak 30 persen.

Jumlah asupan tersebut bertujuan agar saluran cerna yang selama 14 jam tidak terisi makanan bisa beradaptasi dengan baik.

"Menerima dulu makanan 15 persen (makanan manis) kemudian lanjut makanan lengkap, nanti minum sampai tidur sekitar 4 gelas. Pulang tarawih bisa ditambah makanan kecil 15 persen," ujar Fiastuti. (Ryn)

Baca Juga:

Puasa Latih Anak Jadi Displin dan Hidup Sehat

#Lipsus April Puasa #Puasa
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Lifestyle
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya mendahulukan puasa wajib.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Hari ini puasa ke berapa? Minggu 8 Maret 2026 merupakan puasa ke-18 Ramadan 1447 H menurut penetapan Kementerian Agama Republik Indonesia. Simak juga jadwal imsakiyah hingga akhir Ramadan
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Lifestyle
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Apa itu fidyah dan bolehkah dibayar secara dicicil? Simak penjelasan lengkap tentang hukum fidyah, dalil Al-Qur’an, dan pendapat ulama terkait kewajiban ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Bagaimana hukum puasa bagi orang sakit dalam Islam? Simak penjelasan berdasarkan Al-Qur’an tentang kapan boleh berbuka, qadha puasa, hingga kewajiban fidyah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Fun
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Apakah puasa sambil main game seharian bisa membatalkan? Era digital ini menimbulkan pertanyaan baru soal hukum bermain game saat puasa.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Fashion
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Masalah dehidrasi kerap terjadi selama bulan Ramadan karena cairan yang masuk ke dalam tubuh jauh berkurang saat menjalani puasa.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Maret 2026
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Lifestyle
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah obat tetes mata membatalkan puasa? Simak penjelasan ulama fikih dan dalilnya. Mayoritas ulama sebut: tidak membatalkan puasa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Apakah Menggunakan Inhaler Membatalkan Puasa?
Beberapa pengidap gangguan pernapasan membutuhkan obat seperti inhaler untuk melonggarkan pernapasan yang sesak.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Apakah Menggunakan Inhaler Membatalkan Puasa?
Lifestyle
Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan
Makna Imsak ternyata bukan hanya sekadar tanda berhenti makan dan minum. Imsak menjadi sebuah simbol kesiapan sebelum memasuki waktu puasa.
Soffi Amira - Jumat, 27 Februari 2026
Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan
Lifestyle
Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Apakah inhaler membatalkan puasa? Bagaimana dengan minyak angin? Simak penjelasan fikih lengkap beserta dalil dan pendapat ulama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Bagikan