Puasa Latih Anak Jadi Displin dan Hidup Sehat
Puasa memiliki banyak manfaat untuk anak (foto: pixabay/mihail_fotodeti)
PUASA memiliki manfaat untuk anak yang tengah belajar ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, puasa juga mengajari hidup disiplin lewat pola makan yang terjadwal, sehingga tubuh si anak lebih sehat.
Hal tersebut dipaparkan oleh Dokter Spesialis Anak dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Baginya puasa memiliki banyak manfaat untuk anak.
Baca Juga:
"Tubuh anak menjadi lebih sehat, jadwal makan terjadwal, racun di dalam tubuh terbuang, anak menjadi belajar bersabar mengendalikan diri, melembutkan hati sang anak untuk membantu sesama, memupuk jiwa sosial tinggi pada anak, dan yang pasti dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT," ujar Dokter Desy, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Selain itu, saat berpuasa sang anak juga diajari untuk belajar menahan hawa nafsu, hal itu agar ia bisa belajar cara mengendalikan diri dan bersabar.
Kemudian, di bulan Ramadan juga orangtua bisa memperkenalkan anak untuk peduli dengan orang di sekitar, dengan mengajaknya melakukan kegiatan sosial, seperti bersedekah.
Sementara itu, Dokter Desy pun mengatakan, khususnya anak-anak yang belum mencapai masa pubertas, penting untuk diajak belajar puasa sejak dini.
Waktu yang ideal bagi orangtua untuk mengajak sang anak berpuasa, yakni ketika sang anak menginjak usia sekitar tujuh tahun.
Baca Juga:
Beberapa anak mungkin kesulitan untuk bangun di pagi hari ketika waktu sahur, dari mulai rewel ketika dibangunkan, hingga sulit untuk beranjak dari kasurnya.
Terkait hal itu, Dokter Desy menganjurkan para orangtua, untuk menyesuaikan jadwal tidur sang anak. Kemudian, percepatlah waktu tidur anak sekitar 30-60 menit dari biasanya, hal itu bertujuan agar anak lebih mudah dibangunkan untuk sahur.
Pada bulan Ramadan, makanan dengan gizi seimbang dan nutrisi lengkap juga penting dikonsumsi oleh anak. Mengenai hal tersebut, Dokter menyarankan agar orangtua menyiapkan menu berbuka dengan indeks glikemik tinggi, untuk menaikkan gula darah.
Karena, ketika berpuasa, tubuh membutuhkan kadar gula dengan segera. Untuk menu berbuka puasa, orangtua bisa memberi sang anak seperti halnya buah segar, kurma, donat, manisan buah, kentang maupun roti.
Namun, selain menu berbuka untuk menaikkan gula darah, Dokter Desy menyampaikan, bahwa sang anak juga harus mengonsumsi makanan seimbang, yang mengandung nutrisi lengkap. Seperti yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral.
Kemudian, jangan lupa pula untuk menyediakan menu favorit ketika berbuka, untuk motivasi si kecil agar semangat dan kuat berpuasa hingga Magrib.
"Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan agar orangtua memberikan variasi makanan dalam hal bentuk, rasa, dan bahan dasarnya," tutup Desy. (Ryn)
Baca Juga:
Manis, Gurih, Legit, Awali Buka Puasa dengan Serabi Khas Nusantara
Bagikan
Berita Terkait
Momen Hari Raya Menjelang Saatnya Percantik Rumah, ini nih Ide Merancang Perabotan yang Fungsional
Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 H dilakukan di 96 Lokasi di Seluruh Indonesia, ini Tempatnya
Semarak Imlek di Jakarta, Pramono Ingin Lebih Berwarna
MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering
Masjid Negara IKN Tinggal Kurang 2% Lagi, Sudah Bisa Dipakai Tarawih Ramadan
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
18-20 Februari Siswa Belajar di Luar Sekolah, Libur Lebaran 23-27 Maret
Jelang Ramadan, Rina Saadah Minta Pemerintah Petakan Stok dan Risiko Harga Pangan
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan