Tips Memilih Rumah yang Cocok untuk Work From Home

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 14 Agustus 2020
Tips Memilih Rumah yang Cocok untuk Work From Home

Memilih rumah yang tepat untuk si pekerja rumahan. (Foto: Pixabay/Tama66)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKI tidak semua, ada banyak perusahaan yang masih menerapkan kebijakan work from home. Hal itu dilakukan agar penyebaran virus corona tidak terjadi di lingkungan kantornya. Meskipun kebiasaan baru ini juga menuai pro dan kontra terutama bagi mereka yang terbiasa bekerja di kantor.

Tak sedikit yang merasa tidak produktif ketika harus menyelesaikan pekerjaan di dalam rumah. Alasannya karena tempat yang tidak mendukung dan lingkungan yang berisik. Namun, melansir dari enterpreneur.com, tidak ada alasan untuk tidak bisa bekerja di mana pun dan kapan pun.

Baca juga:

Netflix Siap Produksi Dua Film Original Indonesia Garapan Nia Dinata

Di zaman yang modern dan serba bergerak ini, masyarakat harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. Pandemi bukan lagj alasan untuk malas bekerja. Beberapa pekerjaan bahkan memang tidak mengharuskan untuk datang ke kantor. Tetapi memilih rumah yang cocok bagi pekerja rumahan bukanlah hal yang mudah. Yuk simak tips berikut ini.

1. Buat orang rumah dan client merasa nyaman

Membuat dua akses pintu masuk. (Foto: Pixabay/StockSnap)
Membuat dua akses pintu masuk. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Membuat dua akses pintu masuk sangat berguna terutama bagi mereka yang memang membuka praktik kerja di rumah pribadi. Biasanya rumah hanya memiliki satu akses pintu masuk. Namun jika kamu bekerja di dalam rumah otomatis ada banyak privasi yang harus dilindungi ketika mendatangkan klien ke rumah untuk konsultasi atau closing project. Pilih lah rumah dengan dua akses pintu masuk agar klien dan orang rumah tidak terganggu dengan satu sama lain.

Baca juga:

Facebook Akan Peringatkan Pengguna Sebelum Bagikan Artikel COVID-19

2. Memilih lingkungan yang asri dan kaya oksigen

Lingkungan yang asri mampu meningkatkan kinerja. (Foto: Pixabay/quinntheislander)
Lingkungan yang asri mampu meningkatkan kinerja. (Foto: Pixabay/quinntheislander)

Perhatikan sirkulasi udara. Jika kamu memang pekerja rumahan sejati, memilih rumah dengan sirkulasi udara terbaik adalah kunci nyaman bekerja di dalam rumah. Manfaatkan kesempatan untuk tidak pergi ke kantor ini dengan meminimalisir penggunaan AC. Tentunya sirkulasi udara yang baik didukung juga dengan lingkungan sekitar rumah yang hijau dan asri.

3. Ruangan khusus kerja

Memilih ruangan kerja yang nyaman. (Foto: Pixaba/qimono)
Memilih ruangan kerja yang nyaman. (Foto: Pixaba/qimono)

Bekerja di rumah tentunya membutuhkan ruangan khusus. Apalagi jika kamu tipe orang yang tidak ingin diganggu orang lain ketika sedang fokus. Pilih lah ruangan yang memiliki langit-langit tinggi. Dengan begitu kamu bisa dengan nyaman bekerja tanpa merasa sumpek meskipun di dalam ruang seadanya. (Mar)

Baca juga:

Sekali Makan dengan Porsi Banyak Berisiko pada Tubuh

#COVID-19 #Kesehatan #Dekorasi Rumah
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan