Kesehatan

Tips Makan Nasi Padang Tanpa Takut Kolesterol Naik

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 11 April 2022
Tips Makan Nasi Padang Tanpa Takut Kolesterol Naik

Bawa pulang dijamin lebih kenyang. (Foto: Instagram@ndut_culinary)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NASI padang jadi salah satu andalan untuk bikin perut kenyang karena porsinya 'segunung' dan pilihan menunya yang beragam. Sayangnya, nasi padang sering dikategorikan sebagai makanan dengan tinggi kalori, tinggi lemak, dan mudah membuat kolesterol naik.

Namun, kamu enggak perlu khawatir, sebab Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP memberikan tips makan nasi padang tanpa takut kolesterol naik.

Pertama, jangan lupa untuk menyantap sayuran yang biasanya tersedia seperti timun dan rebusan daun singkong. Vito menyarankan agar porsi sayuran lebih banyak karena sumber serat ini bermanfaat juga mengurangi penyerapan kolesterol jahat.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Nasi Padang Sumber Penularan COVID-19

Tips Makan Nasi Padang Tanpa Takut Kolesterol Naik
Perbanyak sayuran ketika membeli nasi padang. (Foto: Unsplash/Louis Hansel)

"Kalau kita makan, sebenarnya sayurnya banyak, minta banyakin sayurnya, karena sayur itu bisa mengurangi penyerapan kolesterol jahat. Jadi dia (kolesterol jahat) tidak diserap semua dan dibuang ketika buang air besar. Jadi sangat membantu kalau sayurnya banyak," kata Vito, mengutip laman ANTARA, Jumat (8/4).

Makan langsung di restoran padang menjadi satu kelebihan karena kita bisa mengatur sendiri kuahnya. Lain halnya jika kamu membawa pulang, bisa meminta pihak restoran untuk membatasi kuah yang dimasukkan. Meski begitu, ada baiknya kamu juga membatasi jumlah kuah dari berbagai lauk yang disantap ketika makan di tempat.

Baca juga:

Take Away Nasi Padang, Dijamin Lebih Kenyang

Tips Makan Nasi Padang Tanpa Takut Kolesterol Naik
Imbangi dengan olahraga. (Foto: Unsplash/Alora Griffiths)

Biasanya, porsi nasi padang yang dibawa pulang akan lebih banyak dibandingkan makan di tempat. Jadi, jika ingin membawa pulang, sebaiknya minta porsi nasinya setengah saja.

"Kuahnya, kalau aku suka minta disatuin tapi diawasin jangan banyak-banyak supaya kalau nanti dibawa pulang tidak terlalu sampai basah banget dan kalau kita makan di tempat lebih enak kan dipisah, jadi kita bisa atur kuahnya jangan sampai harus menggenangi nasinya," papar Vito.

Untuk minum, sebaiknya pilih teh tawar yang biasanya disediakan pihak restoran secara gratis. Menurut Vito, teh bisa membantu dalam penyerapan kolesterol jahat dan membantu metabolisme kolesterol baik dan kolesterol jahat. Dengan begitu, maka teh membantu agar tidak terlalu banyak kolesterol jahatnya yang terserap atau menempel di pembuluh darah.

Yang terakhir, jangan lupa imbangi konsumsi makanan dengan berolahraga minimal 30 menit per hari. (and)

Baca juga:

Mengenal Nasi Kapau, 'Kembaran' Nasi Padang

#Kesehatan #Nasi Padang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan