Tips dari KNKT untuk Melawan Kelelahan Saat Mudik Lebaran
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
MerahPutih.com - Dari tahun ke tahun kecelakaan saat mudik lebaran masih terus terjadi. Kecelakaan pada masa libur Idul Fitri disebabkan karena kelelahan (fatigue) pengemudi. Fatigue merupakan kondisi penurunan kewaspadaan dan kemampuan baik fisik maupun mental.
Fatigue berakibat penurunan performa, kemampuan memperkirakan jarak dan kecepatan. Selain itu, ketika mengalami kelelahan, seseorang akan bereaksi lebih lambat dan dapat berakibat tidur sesaat (microsleep). Tentu saja akibatnya sangat mengerikan ketika orang itu sedang mengemudikan kendaraan.
Fatigue ini salah satunya disebabkan kurang tidur. Fatigue biasa akan terasa setelah seseorang terbangun lebih 16 jam setelah bangun pagi. Atau dia tidur kurang dari 8 jam dalam beberapa hari. Fatigue bisa disebabkan oleh beban pekerjaan, atau gangguan ritme sirkadian, seperti bangun terlalu pagi atau begadang. Selain itu mengemudi kendaraan terlalu lama juga bisa menyebabkan fatigue.
Fatigue ditandai dengan rasa mengantuk, sering menguap, mata berair atau merah, sering malamun, konsentrasi menurun dan sering melakukan kesalahan.
Berangkat dari hal tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai Koordinator Bidang Keselamatan Angkutan Lebaran 1439 Hijriah, memberikan tips baik bagi para pemudik dari fatigue atau kelelahan:
1. Fatigue bisa dicegah dengan tidur yang cukup selama 8 jam setiap hari dan tidurlah sebelum memulai perjalanan panjang.
2. Istirahat selama 30 menit setiap 4 jam bagi pengendara mobil dan setiap 2 jam bagi pengendara sepeda motor.
3. Hindari rokok, alkohol dan obat terlarang, jika sudah merasa lelah lelah jangan minum kopi atau minuman energi berlebihan.
4. Ajaklah ngobrol pengemudi secara aktif. Lakukan gerakan ringan (stretching) apabila kelelahan tidak teratasi, berhentilah dan tidur.

"Keselamatan anda, keluarga dan penumpang sangat penting. Jaga kebugaran selama mengemudi. Berdoalah sebelum memulai perjalanan," kata Suryanto ketua KNKT melalui pers rilis yang diterima oleh merahputih.com, Jumat (8/6). (Asp)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Pakai Drone Thermal, Rata-Rata Respons Situasi Darurat Basarnas 2 Kali Lebih Cepat Jadi 15,7 Menit
Realisasi Pemudik Lebaran 2025 Turun Tipis, Menhub Sebut Bukan Tanda Darurat Ekonomi
Selama Masa Angkutan Lebaran 2025, Ketepatan Waktu Kereta Api Belum Capai 100% On Time
Okupansi Keberangkatan Kereta Api Capai 104 Persen selama Mudik Lebaran 2025
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 Berakhir, Korlantas Polri Bakal Evaluasi Semua Aspek
One Way Nasional sepanjang 344 Kilometer saat Arus Balik Lebaran Resmi Dibuka
Puncak Arus Balik Lebaran, 35 Ribu Kendaraan Menyeberangan ke Jawa dan Sumatera
Nyaris 1 Juta Kendaraan Kembali ke Wilayah Jabodetabek saat Periode Arus Balik Lebaran
Puncak Arus Balik Hari Ini, 117 Ribu Kendaraan Diprediksi Bergerak ke Arah Jakarta
Persaingan di Jakarta Makin Keras, Perantau Baru Setelah Lebaran Diprediksi Turun