Tips Lakukan Pengereman yang Aman

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 29 Mei 2024
Tips Lakukan Pengereman yang Aman

Ilustrasi rem motor (Pexels/Anastasia Shuraeva)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Setiap pengendara motor wajib mengetahui teknik-teknik berkendara. Salah satunya adalah teknik pengereman. Mempelajari teknik pengereman yang benar menjadi aspek kunci agar terhindar dari resiko kecelakaan.

Pasalnya, data Korps Lalu Lintas Kepolisian (Korlantas) menunjukkan bahwa 76 persen kasus kecelakaan di Indonesia melibatkan sepeda motor. Penyebab tertinggi kecelakaan tersebut adalah karena kegagalan menjaga jarak aman dan kecerobohan saat berkendara, termasuk mengabaikan etika dan peraturan berkendara.

Menurut Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT SIS, dalam seni berkendara, teknik pengereman penting untuk dikuasai dalam berkendara. Karena, kecelakaan akibat perilaku pengendara yang kurang berhati-hati bisa terjadi kapan saja dan tidak terprediksi.

Baca juga:

Kendala pada Rem Bisa Dideteksi Sejak Awal Mobil Dinyalakan

"Pengetahuan dan penguasaan teknik pengereman bisa membantu menghindari pengemudi dari kondisi fatal di perjalanan. Sebelum berkendara, Suzuki juga menganjurkan agar para pelanggan kami konsisten dalam melakukan service berkala ke bengkel resmi untuk memastikan kendaraannya tetap berada pada kondisi prima untuk berkendara,” ujar Hariadi.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, berikut tips praktis untuk pengereman yang aman:

1. Jaga posisi motor tetap lurus saat pengereman

Saat berkendara, berjaga-jagalah dan atur etika postur berkendara yang benar yaitu posisi duduk yang tegak dan rileks, serta kedua tangan memegang kendali pada stang kemudi dengan siku sedikit dibengkokkan agar memiliki kontrol lebih saat mengendalikan motor. Saat dihadapkan dengan situasi tidak terduga dan memerlukan pengereman, jaga arah roda motor tetap berada pada keadaan lurus agar keseimbangan tetap terjaga dan memastikan traksi maksimal pada ban motor saat melakukan pengereman.

2. Jangan panik dan terapkan teknik pengereman berkala

Saat berhadapan dengan situasi darurat, ingat bahwa pengereman harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, menarik tuas rem depan disusul dengan tuas rem belakang dengan bertahap dan interval yang konstan agar kecepatan motor menurun secara bertahap tanpa mengunci roda atau menghindari kampas rem menjadi panas.

3. Ketahui interval waktu untuk pengambilan keputusan di jalan

Menjaga jarak antar kendaraan sangat krusial untuk memberi waktu pengambilan keputusan pengereman yang baik. Pada umumnya jarak pandang mata normal seseorang sejauh 30 m. Jarak ini merupakan situasi ideal untuk dapat membaca, memprediksi, dan mengambil keputusan saat berkendara. Dalam kondisi jalan normal, seseorang dapat meresponi kondisi mulai dari menangkap sinyal hingga melakukan pengereman dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan kondisi tidak terduga.

4. Sadar kondisi sekitar dan jaga jarak aman

Menurut TMC Polda Metro Jaya, semakin rendah kecepatan berkendara maka semakin kecil pula jarak yang harus diterapkan, begitu pula sebaliknya. Misalnya untuk kecepatan 30km/jam maka jarak aman adalah 30 meter, sedangkan untuk kecepatan 80km/jam maka jarak aman adalah 80 meter. Untuk mengetahui jarak yang sebaiknya diterapkan, pengendara dapat memperhatikan angka kecepatan sepeda motor seperti yang ada pada speedometer digital.

Baca juga:

Jangan Tertipu! Ini Cara Memilih Kampas Rem Motor yang Berkualitas

5. Pastikan kondisi tubuh prima

Kegagalan respons terhadap bahaya sehingga mengakibatkan kecelakaan biasanya disebabkan oleh kondisi pengendara yang kelelahan. Untuk menghindari kelelahan sebelum dan saat perjalanan, sebaiknya pengemudi melindungi diri dari cuaca dengan menggunakan pakaian yang melindungi diri dari paparan angin dan matahari langsung.

Hindari pula berkendara pada larut malam atau di luar jam beraktivitas, dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping pada tubuh. Apabila pengendara merasa kurang bugar atau mengantuk, disarankan untuk beristirahat sejenak dan tidak melanjutkan perjalanan hingga kondisi badan kembali pulih dan segar.

6. Lakukan pemeriksaan ringan sebelum berkendara

Motor yang digunakan dalam aktivitas harian perlu perhatian berkala khususnya pada alat kendali dan ban. Di awal berkendara lakukan tes pengereman depan dan belakang untuk memastikan tiap rem dapat menghentikan motor dengan baik saat melaju.

Selain itu setiap minggunya pemeriksaan tekanan dan tapak ban juga baik untuk dilakukan sehingga dapat mengantisipasi resiko yang bisa timbul akibat ban yang telah berdegradasi kualitas. Pemilik motor juga dianjurkan untuk melakukan service berkala motornya ke bengkel resmi yang dapat menjamin kualitas alat, teknisi, dan orisinalitas parts yang digunakan.

#Tips Otomotif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tips Pakar ITB Agar Konsumsi Bensin Lebih Irit di Tengah Ketidakpastian Harga Minyak Dunia
Penggunaan AC dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, terutama saat suhu lingkungan sedang terik siang hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2026
Tips Pakar ITB Agar Konsumsi Bensin Lebih Irit di Tengah Ketidakpastian Harga Minyak Dunia
Fun
Mau Mudik Pakai Mobil Listrik? Perhatikan 5 Hal Penting Ini Agar Tak Mogok di Jalan
Mudik menggunakan mobil listrik membutuhkan persiapan khusus. Simak 5 tips penting agar perjalanan dengan mobil listrik tetap aman dan tak boros baterai.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Mau Mudik Pakai Mobil Listrik? Perhatikan 5 Hal Penting Ini Agar Tak Mogok di Jalan
Lifestyle
Isi Roof Box Berlebih Saat Mudik Bisa Ubah Aerodinamika Kendaraan Jadi Mesin Pembunuh
Beban kerja mesin lebih berat mengakibatkan konsumsi bahan bakar meningkat sekitar 5 sampai 15 persen
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Maret 2026
Isi Roof Box Berlebih Saat Mudik Bisa Ubah Aerodinamika Kendaraan Jadi Mesin Pembunuh
Berita
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Feders Gathering 2025 berakhir di Jakarta Selatan, menghadirkan kegiatan komunitas motor matic dan edukasi perawatan kendaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 20 Desember 2025
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Lifestyle
Rutin Rawat Mobil, Bisa Berkesempatan Bawa Pulang Hadiah Liburan dan Emas
Mobil Lubricants kembali meluncurkan program baru sejak 17 Agustus 2025. Konsumen bisa liburan hingga mendapatkan emas jika rutin melakukan perawatan mobil.
Soffi Amira - Senin, 08 September 2025
Rutin Rawat Mobil, Bisa Berkesempatan Bawa Pulang Hadiah Liburan dan Emas
Indonesia
Bahaya Tersembunyi di Balik Bensin Tercampur Solar, Siap-Siap Kantong Jebol
Kerusakan ini dapat terjadi karena mesin bensin membutuhkan percikan api untuk bekerja, sedangkan mesin diesel memiliki rasio kompresi yang tinggi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Agustus 2025
Bahaya Tersembunyi di Balik Bensin Tercampur Solar, Siap-Siap Kantong Jebol
Fun
Bolehkah Mencampur Oli Mesin Beda Merek? Simak Hal ini Sebelum Melakukannya
Seringkali oli yang digunakan untuk menambah kekurangan tersebut berbeda merek dari oli sebelumnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 Juli 2025
Bolehkah Mencampur Oli Mesin Beda Merek? Simak Hal ini Sebelum Melakukannya
Lifestyle
Pasca-Perjalanan Long Weekend, Periksa Kembali Kondisi Oli Mesin Mobil
Ada baiknya segera jadwalkan untuk pergantian oli mesin setelah mobil melakukan perjalanan jauh.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Juni 2025
Pasca-Perjalanan Long Weekend, Periksa Kembali Kondisi Oli Mesin Mobil
Lifestyle
Cara Mudah Mengganti Oli di Bengkel, Perhatikan Prosedurnya!
Cara mengganti oli di bengkel juga perlu dibarengi dengan prosedurnya. Jadi, kamu harus mengetahui prosedur yang diperlukan.
Soffi Amira - Senin, 26 Mei 2025
Cara Mudah Mengganti Oli di Bengkel, Perhatikan Prosedurnya!
Lifestyle
5 Tips Servis Mobil agar Mesin Tetap Awet, Bisa Bikin Kantong Happy!
Tips servis mobil ini bisa dilakukan agar mesin tetap awet dan prima. Lalu, kantong kamu juga ikut terjaga agar tidak boncos.
Soffi Amira - Rabu, 14 Mei 2025
5 Tips Servis Mobil agar Mesin Tetap Awet, Bisa Bikin Kantong Happy!
Bagikan