MerahPutih.com - Memutuskan pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan listrik membutuhkan persiapan yang matang, terutama jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Tanpa perencanaan yang baik, rencana berkumpul bersama keluarga saat mudik bisa saja terhambat.
Salah satu komponen paling penting dalam perjalanan mudik menggunakan mobil listrik adalah baterai. Jika baterai mengalami kendala atau kehabisan daya, kendaraan tidak akan bisa bergerak sama sekali, kecuali mobil tersebut bertipe hybrid.
Sebagai informasi, pengguna mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Pada 2025, jumlah kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) diproyeksikan mencapai sekitar 98.000 hingga lebih dari 100.000 unit. Lonjakan ini didorong oleh semakin banyaknya pilihan mobil listrik di pasar, termasuk dari produsen asal China, serta dukungan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang.
Meski demikian, perjalanan jarak jauh menggunakan mobil listrik memerlukan perencanaan yang lebih cermat dibandingkan kendaraan konvensional. Salah satu hal penting adalah memastikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang rute perjalanan.
Baca juga:
Tips Mudik Pakai Mobil Listrik
Agar perjalanan mudik dengan mobil listrik tetap nyaman dan aman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Rencanakan Rute Perjalanan
Perjalanan jauh dengan mobil listrik sebaiknya diawali dengan perencanaan rute yang jelas. Jalur yang dipilih idealnya memiliki cukup banyak titik pengisian daya.
Lokasi SPKLU dapat dicek melalui aplikasi seperti PLN Mobile atau MG i-SMART. Dengan begitu, pengemudi dapat memperkirakan titik berhenti untuk mengisi daya sejak awal perjalanan.
2. Pahami Jalur Rest Area dengan SPKLU
Memilih jalur perjalanan yang memiliki banyak rest area juga bisa menjadi pilihan lebih aman. Sebab, sebagian besar rest area di jalan tol kini telah dilengkapi dengan fasilitas SPKLU untuk mengisi daya kendaraan listrik.
Dengan mengetahui lokasi rest area yang memiliki SPKLU, pengemudi dapat mengatur waktu istirahat sekaligus mengisi baterai kendaraan.
3. Manfaatkan Fitur Regenerative Braking
Sebagian besar mobil listrik modern telah dilengkapi dengan fitur regenerative braking yang memungkinkan energi dari proses pengereman diubah kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Saat pedal gas dilepas atau pengereman dilakukan, energi kinetik kendaraan akan dikonversi menjadi daya yang disalurkan kembali ke baterai. Fitur ini sangat efektif dimanfaatkan saat melaju di jalan tol atau ketika melewati jalur menurun, seperti di kawasan pegunungan.
Penggunaan mode regenerative braking yang lebih tinggi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperpanjang jarak tempuh kendaraan.
Baca juga:
4. Pastikan Kondisi Baterai Optimal
Sebelum memulai perjalanan, kondisi baterai mobil harus dipastikan dalam keadaan optimal. Baterai yang sehat akan membantu kendaraan menempuh jarak lebih jauh dengan performa yang stabil.
Selain itu, penggunaan mode berkendara ECO dapat membantu menghemat energi dan meningkatkan efisiensi jarak tempuh kendaraan.
5. Kuasai Cara Mengemudi Mobil Listrik
Bagi pengemudi yang belum terbiasa menggunakan mobil listrik, sebaiknya memahami terlebih dahulu karakteristik kendaraan tersebut sebelum melakukan perjalanan jauh.
Mengemudi yang tidak efisien, seperti akselerasi mendadak atau pengereman berlebihan, dapat meningkatkan konsumsi daya baterai. Karena itu, mengemudi secara halus dan stabil dapat membantu menjaga efisiensi energi selama perjalanan. (Tka)