Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Jokowi dan Sejumlah Lembaga Negara Alami Penurunan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 13 November 2019
Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Jokowi dan Sejumlah Lembaga Negara Alami Penurunan

Peneliti senior LSI-Denny JA, Adjie Alfaraby (kiri), saat memaparkan hasil riset tentang tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mempublikasikan survei yang menyebut tingkat kepuasaan terhadap Presiden Joko Widodo terjun dari 81,5 persen pada Juli 2018 menjadi 75,2 persen pada September 2019.

Peneliti LSI Denny JA, Aji Al Farabi mengatakan, jumlah ketidakpercayaan terhadap Jokowi meningkat dari 14,2 persen pada Juli 2018 ke angka 18,8 persen pada September 2019.

Baca Juga:

Posisi Dewan Pengawas KPK Diduga Jadi Cara Jokowi 'Puaskan' Pendukungnya

Salah satu contoh ialah wacana revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Aji, kisruh tersebut turut berperan dalam menggerus kepercayaan publik terhadap Jokowi.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA (Zuhdiar Laeis)
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA (Foto: Antara/Zuhdiar Laeis)

Di samping itu, pembelahan politik pada palagan 2019 pun dinilai berpengaruh signifikan pada penurunan kepercayaan kepada Jokowi.

"Mereka yang kemudian secara pilihan politik berbeda dengan Pak Jokowi sebagai presiden saat ini cenderung bertahan dengan sikapnya sehingga timbul distrust dari publik kepada presiden," kata Aji dalam keterangannya, Rabu (13/11).

Sedangkan faktor-faktor lainnya yang dianggap berpengaruh adalah banyaknya narasi negatif pada masa kampanye pilpres 2019. Kemudian, maraknya kasus penangkapan korupsi, serta peredaran hoaks di media sosial.

Kendati begitu, Adjie menuturkan, secara persentase tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi masih cukup tinggi yakni di kisaran angka 75 persen.

"Mayoritasnya publik di Indonesia masih percaya pada presiden. Tapi yang menjadi catatan kita adalah turunnya trust terhadap presiden. Artinya itu perlu menjadi warning bagi pihak pemerintah, bahwa publik mengamati apa yang dilakukan Pak Jokowi dalam lima tahun ke depan," tuturnya.

Selain kepada Presiden Jokowi, survei juga dilakukan kepada institusi negara lainnya yakni DPR, DPD, KPU, Bawaslu, MK, TNI, Polri, serta KPK.

Dari hasil survei itu, kata dia, tingkat kepercayaan terhadap lembaga-lembaga negara turun, seperti DPD dari 68,7 persen pada bulan Juli 2018 menjadi 64,2 persen pada bulan September 2019 atau setelah pilpres.

Kepercayaan publik terhadap DPR dari 65 persen pada survei Juli 2018, kata dia, menurun menjadi 63,5 persen pada bulan September 2019. Demikian pula, KPK dari 89 persen menjadi 85,7 persen.

"Pada bulan Juli 2018, mereka yang percaya MK bekerja untuk kepentingan rakyat sebesar 76,4 persen. Namun, pascapilpres menurun menjadi 70,2 persen," katanya.

Baca Juga:

Posisi Dewan Pengawas KPK Diduga Jadi Cara Jokowi 'Puaskan' Pendukungnya

Begitu pula dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri dari 87,7 persen menjadi 72,1 persen, TNI dari 90,4 persen menjadi 89 persen, hingga KPU dari 82,3 persen menjadi 78,1 persen.

Presiden Joko Widodo bersiap memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara pemerintah pusat dengan daerah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Presiden Joko Widodo bersiap memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara pemerintah pusat dengan daerah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Hasil survei yang sama juga terjadi pada pra dan setelah Pilkada DKI 2017, kata dia, seperti DPR dari 58,4 persen pada survei Juli 2016 menjadi 58,2 persen pada bulan Agustus 2017.

Untuk DPD dari 62,7 persen menjadi 60,8 persen, MK dari 82,5 persen menjadi 78,8 persen, Polri dari 85,8 persen jadi 78,5 persen, dan TNI dari 93,4 persen menjadi 91,6 persen.

Meski demikian, Adjie menyebutkan hasil survei tersebut baru sebatas potret atas efek terhadap suatu peristiwa, yakni kontestasi pilpres dan pilkada, atau belum bisa dikatakan sebagai tren.

Survei LSI Denny JA dilakukan dua periode yakni pada Juli 2018 dan September 2019. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan sampel sebanyak 1.200 responden dan tingkat margin of error mencapai 2,9 persen. (Knu)

Baca Juga:

Meski Sudah Dipeluk Jokowi, Manuver Politik Nasdem Bakal Terus Berlangsung

#LSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan TNI menjadi lembaga paling dipercaya publik dengan 93 persen, sementara DPR terendah dengan 56 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen
Indonesia
Survei LSI Hasto Terlibat Korupsi Dinilai Tabrak Asas Praduga Tak Bersalah
Pakar komunikasi sebut survei harus berbasis pada ilmu pengetahuan dan filosofi dari ilmu pengetahuan adalah untuk kebaikan umat manusia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Februari 2025
Survei LSI Hasto Terlibat Korupsi Dinilai Tabrak Asas Praduga Tak Bersalah
Indonesia
LSI: Faktor Kemenangan Pilkada Jakarta Ada di Rano Karno
Pramono Anung-Rano Karno unggul dari Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma-Kun berdasarkan survei 10-17 Oktober 2024
Frengky Aruan - Rabu, 23 Oktober 2024
LSI: Faktor Kemenangan Pilkada Jakarta Ada di Rano Karno
Indonesia
Survei LSI: Pramono - Rano Unggul 41,6 Persen, Salip RK - Suswono 37,4 Persen
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) elektabilitas pasangan calon untuk Pilkada Jakarta 2024.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 Oktober 2024
Survei LSI: Pramono - Rano Unggul 41,6 Persen, Salip RK - Suswono 37,4 Persen
Indonesia
Rapor 10 Tahun Jokowi: 3 Biru, 1 Merah
10 Tahun Jokowi, dapat dinilai berhasil karena mendapatkan 3 rapor biru, 1 rapor merah, dan 3 rapor netral.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 Oktober 2024
Rapor 10 Tahun Jokowi: 3 Biru, 1 Merah
Indonesia
LSI Denny JA: Indeks Kebebasan Ekonomi 10 Tahun Jokowi Berubah Positif
Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkap hasil rilis kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun menjabat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 Oktober 2024
LSI Denny JA: Indeks Kebebasan Ekonomi 10 Tahun Jokowi Berubah Positif
Indonesia
Survei LSI: Ahmad Luthfi, Kaesang, hingga Bambang Pacul Top Of Mind Pilkada Jateng 2024
Survei terbaru LSI bertajuk 'Pilkada di Daerah Kunci: Siapa Unggul di Jawa Tengah?'.
Ikhsan Aryo Digdo - Minggu, 30 Juni 2024
Survei LSI: Ahmad Luthfi, Kaesang, hingga Bambang Pacul Top Of Mind Pilkada Jateng 2024
Indonesia
Survei LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Unggul Vs Ganjar-Mahfud Selisih di Atas 20 Persen
Eelektabilitas Prabowo-Gibran menang telak hingga di atas 20 persen, dengan perolehan suara 53,2 persen.
Zulfikar Sy - Senin, 11 Desember 2023
Survei LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Unggul Vs Ganjar-Mahfud Selisih di Atas 20 Persen
Indonesia
Elektabilitas Prabowo-Gibran Melonjak Berkat Limpahan Suara Pemilih Baru
Survei menemukan bahwa angka elektabilitas atau dukungan masyarakat terhadap pasangan Prabowo-Gibran sebesar 45,6 persen.
Zulfikar Sy - Minggu, 10 Desember 2023
Elektabilitas Prabowo-Gibran Melonjak Berkat Limpahan Suara Pemilih Baru
Indonesia
Tingkat Kepuasan Naik, Masyarakat Pandang Jokowi Suka Beri Bantuan ke Rakyat Kecil
Approval rating terhadap Jokowi meningkat menjadi 76 persen dari sebelumnya sebesar 70 persen.
Zulfikar Sy - Minggu, 10 Desember 2023
Tingkat Kepuasan Naik, Masyarakat Pandang Jokowi Suka Beri Bantuan ke Rakyat Kecil
Bagikan